MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Dalam upaya memperkuat dukungan terhadap program prioritas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Lurah Mangasa, Ilham Arfah, S.STP., menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Mangasa, Kamis (7/8).
Suasana penuh semangat dan komitmen terasa di Aula Kantor Kelurahan saat para pemangku wilayah berkumpul untuk menyatukan langkah menyukseskan program Urban Farming.
Program Urban Farming, yang digagas sebagai solusi mewujudkan kota mandiri pangan, hijau, dan ramah lingkungan, kini menjadi gerakan strategis Pemerintah Kota Makassar. Menyikapi hal ini, Lurah Ilham mengambil langkah cepat dan tegas agar Kelurahan Mangasa menjadi garda terdepan dalam pelaksanaannya.
“Urban Farming bukan hanya tentang bercocok tanam, ini tentang membangun kesadaran kolektif, ketahanan pangan lokal, dan pemberdayaan warga. Kita tidak boleh hanya menonton. RT/RW harus bergerak cepat dan menjadi pelopor perubahan di wilayahnya,” tegas Ilham Arfah dalam arahannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan Wali Kota Makassar yang dinilainya sangat kontekstual dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput.
“Program yang dicanangkan Pak Wali ini luar biasa. Kami siap menjalankan dan memastikan ini bukan sekadar slogan, tapi menjadi gerakan nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Ini bisa mengubah mindset warga menjadi lebih produktif dan kolaboratif,” ujar Ilham.

Tak hanya memberi instruksi, Lurah Mangasa juga memantik semangat kolaboratif dengan mengajak para Ketua RT dan RW untuk memetakan potensi wilayah masing-masing. Mulai dari pemanfaatan lahan tidur, pekarangan rumah, hingga pelibatan ibu rumah tangga, UMKM, dan komunitas tani kota.
“Keinginan saya, khususnya untuk warga di Kelurahan Mangasa, adalah agar RT dan RW bisa saling berkolaborasi untuk menyukseskan Urban Farming ini. Karena tidak ada kerugian dari kegiatan ini justru sebaliknya, Urban Farming bisa mendatangkan keuntungan besar, membantu ekonomi masyarakat, dan mengurangi beban rumah tangga, apalagi untuk para ibu-ibu di lingkungan kita,” tambah Ilham.
Rakor ini mendapat respons antusias dari para Ketua RT/RW. Beberapa bahkan langsung mengajukan lokasi yang siap dijadikan percontohan kawasan Urban Farming terpadu di tingkat lingkungan.
“Selain memberi manfaat ekonomi, ini juga mempererat hubungan antarwarga. Kami sangat siap bergerak,” kata salah satu Ketua RW dengan penuh semangat.
Langkah progresif Kelurahan Mangasa ini pun dipandang sebagai cerminan kepemimpinan yang visioner dan responsif. Dengan komando yang jelas dari Pak Lurah, sinergi yang kuat dengan warga, serta arahan strategis dari Pemkot Makassar, Urban Farming diyakini akan menjadi tonggak baru transformasi sosial dan lingkungan di Kota Makassar.**(Bars)














