Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Kejari Makassar Tegas: Hentikan Praktik “Cawe-cawe” di Sekolah, Dukung Seragam Gratis Wali Kota Appi

badge-check


					Kejari Makassar Tegas: Hentikan Praktik “Cawe-cawe” di Sekolah, Dukung Seragam Gratis Wali Kota Appi Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar memberikan apresiasi atas program seragam sekolah gratis yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Program ini dinilai meringankan beban orang tua sekaligus menutup celah praktik korupsi maupun pungutan liar terkait pengadaan seragam.

Dalam kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi bagi kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar, Selasa (12/8/2025), Kepala Kejari Makassar, Nauli Rahim Siregar, menegaskan agar para kepala sekolah menghentikan praktik mencari keuntungan dari pengadaan seragam maupun buku pelajaran.

“Bagaimana murid mau belajar dengan baik kalau setiap hari seragamnya berbeda dan harus beli terus? Program gratis dari Pak Wali ini justru mengurangi beban orang tua. Jadi jangan lagi ada yang bermain-main,” tegas Nauli.

Ia memperingatkan keras agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak disalahgunakan. Fokus kepala sekolah, kata dia, harus diarahkan sepenuhnya pada peningkatan mutu pendidikan dan kenyamanan belajar siswa.

“Jangan jadikan sekolah sebagai ladang bisnis. Kalau sudah diingatkan tapi masih ada yang mengulang, saya tidak akan beri ampun,” ujarnya.

Nauli juga menyoroti praktik “cawe-cawe” kepala sekolah dalam urusan penerimaan murid baru, pengadaan seragam, hingga pengadaan buku. Menurutnya, hal itu sudah menjadi penyakit lama yang harus diberantas.

“Urusan seragam dan penerimaan murid itu ranah Dinas Pendidikan, bukan kepala sekolah. Jangan sampai sibuk urus seragam, sementara sekolah rusak, lampu mati, lantai copot, dan murid belajar dalam kondisi tidak layak,” sindirnya.

Ia bahkan mengingatkan bahwa praktik nepotisme dan kolusi dalam penerimaan murid melanggar hukum sesuai UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari KKN.

Nauli menutup pesannya dengan menekankan agar kepala sekolah kembali ke tugas inti: memastikan proses belajar-mengajar berjalan lancar, fasilitas sekolah diperhatikan, dan murid belajar dengan nyaman.

“Lepas urusan seragam, lepas urusan buku. Konsentrasi saja mencetak generasi emas Indonesia 2045. Kalau masih ada yang main-main, jangan salahkan kami kalau langsung diproses,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA