Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Wali Kota Makassar Ikuti Rakor TPID, Pemerintah Pusat Tegaskan Inflasi 2025 Terkendali

badge-check


					Wali Kota Makassar Ikuti Rakor TPID, Pemerintah Pusat Tegaskan Inflasi 2025 Terkendali Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) bersama jajaran SKPD mengikuti Rapat Koordinasi Khusus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara virtual, Selasa (2/9/2025).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama Menko Pangan, Zulkifli Hasan, membahas strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat koordinasi pusat dan daerah.

Wali Kota Makassar menegaskan komitmen Pemkot untuk terus bersinergi dalam mengendalikan inflasi. “Kami akan memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder, mulai dari distribusi pangan, pengawasan stok, hingga intervensi pasar bila diperlukan. Fokus utama kami adalah menjaga daya beli masyarakat,” ujar Appi.

Menurutnya, TPID Makassar telah menyiapkan langkah konkret, mulai dari operasi pasar, dukungan sektor pertanian, hingga digitalisasi distribusi pangan. “Kestabilan harga adalah kunci agar masyarakat tetap terlindungi dari gejolak pasar,” tambahnya.

Dari pusat, Mendagri Tito menyampaikan inflasi Agustus 2025 tercatat 2,31 persen, turun dari bulan sebelumnya 2,37 persen. “Faktor utamanya adalah terkendalinya sektor pangan dan intervensi pemerintah melalui operasi pasar murah,” jelas Tito.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan produksi beras nasional 2025 diperkirakan surplus 3 juta ton. Dengan stok mencapai hampir 3,9 juta ton, pemerintah menegaskan tidak ada impor beras tahun ini.

Meski ada penyesuaian harga beras dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram, pemerintah menyalurkan bantuan pangan kepada lebih dari 18,3 juta keluarga miskin serta mempercepat distribusi beras SPHP dengan harga lebih murah, Rp12.500 per kilogram.

“Percepatan penyaluran SPHP harus dilakukan terutama di pasar tradisional. Pemda wajib berkoordinasi dengan Bulog agar stok terjaga dan harga tetap stabil,” tegas Zulkifli.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Instruksi Presiden baru terkait percepatan pembangunan kawasan pangan, mulai dari pengembangan sawah, infrastruktur irigasi, hingga ketahanan energi.

Dengan koordinasi lintas sektor, pemerintah pusat dan daerah optimistis target inflasi 2025 tetap terkendali sesuai sasaran pembangunan nasional.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA