Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Wali Kota Makassar Tinjau Pabrik Es Pertama di Pulau Barrang Lompo

badge-check


					Wali Kota Makassar Tinjau Pabrik Es Pertama di Pulau Barrang Lompo Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Perhatian serius Pemerintah Kota Makassar terhadap masyarakat kepulauan kembali dibuktikan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung progres pembangunan pabrik es pertama di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Jumat (19/9/2025).

Pabrik es ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga kepulauan.

Dalam kunjungannya, Munafri menegaskan, meski jarak dengan daratan relatif dekat, ketimpangan fasilitas di kepulauan masih nyata dirasakan.

“Pemerintah wajib hadir dengan intervensi nyata. Kehadiran pabrik es ini salah satunya, agar kehidupan masyarakat di Sangkarrang bisa lebih baik,” tegas Munafri.

Pabrik es batu ini menjadi proyek strategis hasil kerja sama Pemkot Makassar dengan PT Oriental Consultants Indonesia (OCI), Oriental Consultant’s Global (OC Global), Kyuden Mirai Energy, serta Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pabrik berkapasitas tiga ton per hari ini dilengkapi mesin bertenaga surya, baterai penyimpanan, hingga sistem pengolahan air sumur otomatis. Dengan fasilitas ini, ikan hasil tangkapan nelayan akan lebih lama bertahan dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Ini jalan keluar agar kualitas ikan kita memenuhi standar pasar, sehingga nelayan mendapatkan keuntungan lebih besar,” jelas Munafri.

Selain itu, ia menekankan pabrik es bukan hanya menopang sektor perikanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Kalau nanti orang banyak datang membeli es di sini, masyarakat bisa menyambut dengan menyediakan kebutuhan mereka. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi nelayan, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Perwakilan OC Global, Michino, menyebut pembangunan telah dimulai sejak Januari lalu. Mesin pabrik es kini dalam tahap uji coba (commissioning), sementara panel surya menunggu registrasi SLO.

“Harapannya, akhir Oktober nanti sudah beroperasi penuh dengan tenaga surya dan baterai,” ungkap Michino.

Ia merinci, produksi es diperkirakan mencapai dua ton per hari dengan kapasitas penyimpanan hingga tiga ton. Pada tahap awal, hasil produksi tidak langsung dijual bebas, tetapi akan diberikan kepada kelompok nelayan terpilih sebagai bentuk edukasi penggunaan.

“Proses pembuatan es memakan waktu sekitar delapan jam. Secara bertahap, distribusi akan diperluas hingga melibatkan pengepul kecil,” jelasnya.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA