Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Program Koperasi Merah Putih di Makassar Dinilai Terburu-buru, DPRD Ingatkan Risiko

badge-check


					Program Koperasi Merah Putih di Makassar Dinilai Terburu-buru, DPRD Ingatkan Risiko Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM  – Program Koperasi Merah Putih yang digulirkan pemerintah pusat menuai sorotan dari DPRD Kota Makassar. Anggota Komisi B, Hartono (Fraksi PKS), menilai pembentukan koperasi di tingkat kelurahan berjalan terlalu cepat dan minim perencanaan. (2/06/25)

“Banyak koperasi dibentuk hanya demi mengejar target administratif, tanpa arah usaha dan struktur organisasi yang jelas,” ujar Hartono. Ia menambahkan, sejumlah pengurus bahkan ditunjuk tanpa pelatihan dan belum memahami bidang usaha yang akan dijalankan.

Menurutnya, tenggat waktu yang sempit membuat lurah terdesak sehingga mengambil langkah instan. “Jika pola ini dibiarkan, koperasi bisa berubah menjadi beban baru dan rawan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Saat ini tercatat 149 Koperasi Merah Putih telah berdiri di Makassar. Hartono pun mendesak Dinas Koperasi untuk melakukan pengawasan ketat dan pembinaan serius, termasuk konsolidasi agar visi dan tujuan koperasi seragam.

Senada, Arifin Majid (Fraksi Golkar) mendukung semangat program namun mengingatkan bahwa koperasi bukan proyek jangka pendek. “Kalau hanya kejar jumlah, hasilnya nol. Dinas harus aktif turun ke lapangan dan membimbing pengurus agar mampu mengelola koperasi secara profesional,” katanya.Pakar ekonomi lokal menilai pentingnya pelatihan manajemen dan akses permodalan agar koperasi benar-benar berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Tanpa penguatan sumber daya manusia, koperasi dikhawatirkan hanya menjadi wadah tanpa aktivitas produktif yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dinas Koperasi Kota Makassar menyatakan akan menyiapkan program pendampingan berkelanjutan. Langkah ini meliputi bimbingan teknis, monitoring berkala, serta fasilitasi kemitraan dengan sektor swasta untuk memperkuat usaha koperasi.

Sejumlah warga menilai Koperasi Merah Putih bisa menjadi peluang meningkatkan perekonomian keluarga jika dikelola serius. Mereka berharap kehadiran koperasi tidak sekadar formalitas, melainkan mampu menghadirkan manfaat nyata, seperti penyediaan modal usaha mikro dan program pemasaran hasil produksi lokal.

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA