Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

PHRI dan DPRD Makassar Sambut Baik Kebijakan Kemendagri, Sektor Perhotelan Beri Sinyal Bangkit

badge-check


					PHRI dan DPRD Makassar Sambut Baik Kebijakan Kemendagri, Sektor Perhotelan Beri Sinyal Bangkit Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan bersama Komisi B DPRD Kota Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang kembali mengizinkan pemerintah daerah mengadakan kegiatan di hotel dan restoran. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi industri perhotelan yang sempat terpuruk akibat larangan sebelumnya.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengungkapkan bahwa pembatasan kegiatan pemerintahan di hotel selama ini berdampak luas, tidak hanya pada industri perhotelan, tetapi juga sektor pendukung seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia mencatat sekitar 40–50% kegiatan hotel biasanya berasal dari instansi pemerintah, dan penurunan tajam aktivitas itu memaksa banyak hotel memangkas jumlah karyawan.

“Keputusan ini memberi harapan. Meski pemulihan belum sepenuhnya, ini awal yang baik bagi kebangkitan industri perhotelan,” ujar Anggiat, Selasa (10/6/2025). Ia menambahkan bahwa dukungan dari Presiden dan Mendagri menjadi dorongan moral besar bagi pelaku industri untuk bangkit dan memperbaiki sistem usaha.

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, juga menyambut baik pelonggaran kebijakan tersebut. Ia menilai banyak hotel di Makassar kesulitan karena minimnya kegiatan pemerintah yang biasanya menjadi sumber utama pendapatan. “Investasi besar tidak sebanding dengan pendapatan selama pembatasan. Dengan kebijakan baru ini, sektor perhotelan bisa kembali bergerak,” kata Ismail.

Ia menekankan, pemulihan sektor perhotelan akan berdampak luas pada perekonomian daerah, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga bertumbuhnya UMKM yang terhubung dengan industri tersebut. DPRD pun mendorong pemerintah daerah dan seluruh OPD kembali menggelar rapat, pelatihan, dan seminar di hotel sebagai langkah pemulihan.

Dengan dibukanya kembali akses kegiatan pemerintahan di hotel, baik PHRI maupun DPRD optimistis sektor pariwisata dan perhotelan Makassar dapat segera bangkit dan kembali berkontribusi signifikan pada pemulihan ekonomi daerah.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA