Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

DPRD Desak Penambahan Kuota Rombel SMP Negeri di Makassar

badge-check


					DPRD Desak Penambahan Kuota Rombel SMP Negeri di Makassar Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) agar segera mengajukan permohonan penambahan kuota rombongan belajar (rombel) ke Kementerian Pendidikan. (20/06/25)

Langkah ini dinilainya mendesak untuk menutup kesenjangan daya tampung SMP negeri yang jauh dari jumlah lulusan SD setiap tahunnya. Dari sekitar 25 ribu lulusan SD negeri, SMP negeri di Makassar hanya mampu menampung sekitar 13 ribu siswa. Artinya, sedikitnya 12 ribu anak berisiko tidak mendapat kursi di sekolah negeri.

“Masalah ini serius. Disdik harus bergerak cepat agar tidak ada anak yang terabaikan dalam sistem pendidikan,” tegas Ari.

Ari menekankan, sekolah tidak bisa menambah rombel secara mandiri karena regulasi kementerian sangat ketat. Jika penambahan dilakukan tanpa persetujuan resmi, siswa tambahan tidak akan memperoleh Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan berpotensi tidak bisa menerima ijazah.
“Segala penambahan harus sesuai prosedur. Kalau tidak, yang rugi adalah siswa,” ujarnya.

Meski demikian, Ari optimistis jika pengajuan disertai data kebutuhan riil, Kementerian Pendidikan akan memberi lampu hijau. “Prinsipnya, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah,” tambahnya.

Sebagai langkah darurat, Ari mengusulkan peningkatan jumlah siswa per kelas hingga 40 orang, selama ruang dan fasilitas mendukung serta mendapat izin kementerian.
“Kalau memungkinkan, mari kita maksimalkan kapasitas per kelas, tentu tetap sesuai aturan,” sarannya.

Ari menutup pernyataannya dengan mendesak Disdik agar lebih proaktif menjalin komunikasi ke pemerintah pusat. “Jangan hanya menunggu. Ini soal masa depan ribuan anak. Dinas harus turun langsung ke kementerian untuk memastikan penambahan kuota ini terealisasi tahun ini,” tandasnya.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA