MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Puluhan pedagang yang sehari-hari berjualan di Jalan Sawi, kawasan Pasar Terong, menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Kota Makassar pada Kamis (3/7/2025). Mereka menolak rencana relokasi lapak yang mereka sebut sebagai “penggusuran terselubung” oleh pemerintah kota.
Massa aksi yang tergabung dalam Persaudaraan Pedagang Pasar Terong Jalan Sawi (Sadar) datang membawa spanduk berisi seruan penolakan. Para pedagang menilai kebijakan relokasi dilakukan tanpa musyawarah, sosialisasi yang jelas, ataupun transparansi rencana lanjutan.
“Kami bukan menolak perbaikan pasar, tapi menolak jika relokasi dilakukan sepihak tanpa solusi jelas. Kami perlu kepastian tempat usaha agar tetap bisa mencari nafkah,” tegas salah satu perwakilan pedagang di tengah orasi.
Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan empat tuntutan pokok, di antaranya menolak pembongkaran lapak di sepanjang Jalan Sawi, menolak relokasi tanpa jaminan lokasi pengganti, serta mendesak DPRD Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka bersama pihak-pihak terkait, termasuk Perumda Pasar.
Suasana sempat memanas saat pedagang memadati halaman dewan, namun aksi tetap berlangsung tertib. Anggota DPRD Makassar, Basdir, turun langsung menemui massa aksi dan berdialog singkat. Ia menegaskan bahwa aspirasi pedagang akan ditindaklanjuti dan berjanji memfasilitasi mediasi antara pedagang, pemerintah kota, dan Perumda Pasar untuk mencari jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.
Basdir juga mengimbau pedagang untuk tetap menjaga kondusivitas sambil menunggu jadwal RDP. “Kami akan mengatur pertemuan resmi agar masalah ini bisa diselesaikan dengan cara yang adil dan terbuka,” ujarnya.
Aksi ini menjadi perhatian publik karena Pasar Terong dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan terbesar di Makassar. Warga sekitar berharap dialog yang dijanjikan DPRD dapat menghasilkan kesepakatan yang tidak merugikan pedagang maupun program penataan kota yang dicanangkan pemerintah.














