Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

DPRD Kota Makassar Sampaikan Apresiasi pada Peringatan Hari Buruh 2025: “Setiap Profesi Layak Dihargai”

badge-check


					DPRD Kota Makassar Sampaikan Apresiasi pada Peringatan Hari Buruh 2025: “Setiap Profesi Layak Dihargai” Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Kamis, 1 Mei 2025, DPRD Kota Makassar menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pekerja yang menjadi garda penting pembangunan kota.

Melalui akun resmi media sosialnya, DPRD Makassar menulis pesan penuh makna:

“Setiap profesi memiliki ceritanya masing-masing, namun satu hal yang pasti: semua layak untuk dihargai.”

Pimpinan beserta anggota DPRD Kota Makassar juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi kaum buruh:

“Selamat Hari Buruh 2025 untuk para pejuang yang terus melangkah meski diterpa kerasnya kehidupan. Setiap hak kalian layak untuk diperjuangkan.”

Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei memiliki sejarah panjang sebagai simbol perjuangan kelas pekerja untuk mendapatkan hak-hak industrial dan kondisi kerja yang lebih baik. Di banyak negara, termasuk Indonesia, tanggal ini ditetapkan sebagai hari libur nasional sebagai wujud penghormatan atas kontribusi buruh dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Perjuangan tersebut berawal dari kondisi kerja yang buruk pada awal abad ke-19, ketika jam kerja pekerja di Eropa Barat dan Amerika Serikat bisa mencapai 19 hingga 20 jam per hari dengan upah rendah dan lingkungan kerja tidak layak.

Salah satu tonggak sejarah penting terjadi pada 1806 ketika pekerja Cordwainers di Amerika Serikat menggelar aksi mogok menuntut pembatasan jam kerja. Meski para penggerak aksi menghadapi proses hukum, peristiwa tersebut menjadi awal kesadaran kolektif untuk menuntut jam kerja yang manusiawi.

Sejak saat itu, gerakan buruh di seluruh dunia terus menggemakan tuntutan atas keadilan, kesejahteraan, dan hak-hak pekerja—sebuah perjuangan yang hingga kini menjadi fondasi peringatan Hari Buruh Internasional.

Dengan semangat tersebut, DPRD Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghargai dan mendukung kontribusi para pekerja yang menjadi pilar kemajuan kota.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA