Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Dialog Demokrasi di Karebosi: Pemkot Makassar, Cipayung Plus, TNI-Polri Satukan Komitmen Merawat Kebebasan Berbasis HAM

badge-check


					Dialog Demokrasi di Karebosi: Pemkot Makassar, Cipayung Plus, TNI-Polri Satukan Komitmen Merawat Kebebasan Berbasis HAM Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar bersama organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus sepakat memperkuat semangat demokrasi dan menjaganya tetap berlandaskan hak asasi manusia (HAM).

Komitmen itu terwujud dalam forum dialog terbuka bertajuk “Kota dan Kemanusiaan: Mewujudkan Demokrasi berbasis HAM” yang digelar di Tribun Karebosi, Rabu malam (1/10/2025). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung mendengarkan aspirasi, saran, dan gagasan dari mahasiswa maupun elemen pemuda.

“Bagi kami, forum dialog ini adalah ruang sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemuda. Kita ingin menjaga stabilitas, memperkuat kolaborasi, sekaligus memastikan pembangunan kota berjalan berkeadilan,” ujar Munafri.

Hadir pula Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana dan Dandim 1408/Makassar Letkol Inf Franki Susanto. Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus ikut serta, di antaranya HMI MPO, PMKRI, PMII, IMM, GMNI, KAMMI, HIKMAHBUDHI, hingga LMND.

Forum ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ajang bertukar pikiran sekaligus mencari solusi konstruktif bagi arah pembangunan bangsa, khususnya di Kota Makassar. Munafri menegaskan bahwa sebagai kota metropolitan dengan populasi lebih dari 1,4 juta jiwa, Makassar memikul beban sekaligus harapan besar masyarakat.
“Pemerintah butuh dukungan semua pihak, mulai dari aparat, pedagang, hingga mahasiswa. Hanya dengan kekuatan bersama, pembangunan bisa berjalan efektif,” tegasnya.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menambahkan bahwa unjuk rasa adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang, namun tetap harus memperhatikan hak orang lain. Ia mengingatkan kembali aturan batas waktu hingga pukul 18.00 dan larangan aksi di fasilitas vital.
“Demokrasi itu hak setiap warga, tapi jangan sampai mengganggu hak orang lain. Mari kita jaga Makassar tetap aman,” tandasnya.

Sementara itu, Dandim 1408/Makassar, Letkol Inf Franki Susanto, menekankan pentingnya idealisme pemuda dan semangat bela negara di tengah tantangan global. Ia menyinggung fenomena hybrid war atau perang hibrida yang memanfaatkan media sosial, isu agama, hingga ekonomi untuk melemahkan bangsa.
“Indonesia ini merdeka dengan darah dan pengorbanan. Itu harus kita jaga bersama. NKRI harga mati,” tegasnya.

Dialog demokrasi malam itu menjadi simbol kuat sinergi pemerintah, aparat keamanan, dan mahasiswa. Seluruh pihak sepakat menjaga Makassar tetap damai, inklusif, dan demokratis, demi mewujudkan kota yang aman bagi warganya sekaligus tangguh menghadapi tantangan zaman.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA