MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Melalui Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, jajaran Kemenkumham Sulsel melaksanakan kegiatan monitoring Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 26 Makassar, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Idawati Parapak, bersama timnya. Mereka meninjau langsung proses penyajian, kualitas, dan distribusi makanan yang disalurkan kepada para siswa.
“Hari ini kami melihat langsung pelaksanaan Program MBG. Para siswa tampak senang dan antusias. Makanannya berkualitas, penyajiannya bersih, dan proses distribusinya berjalan tertib,” ujar Idawati.
Selain melakukan pemantauan program, tim Kemenkumham juga menggelar penguatan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) bagi para siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Kementerian Hukum dan HAM ke-1, yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Menurut Idawati, kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga upaya menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini di lingkungan sekolah. “Kami ingin nilai-nilai HAM tidak hanya menjadi teori, tapi hidup dalam perilaku sehari-hari siswa,” jelasnya.
Pada sesi penguatan HAM, hadir akademisi dari Universitas Hasanuddin, Wiranti, yang membawakan materi tentang pencegahan bullying di sekolah. Ia menekankan pentingnya empati, rasa hormat, serta keberanian untuk melapor jika terjadi tindakan perundungan.
“Bullying bukan sekadar kekerasan fisik, tapi juga pelanggaran terhadap martabat manusia. Setiap anak berhak merasa aman dan dihargai,” tegasnya, disambut antusias para siswa yang aktif berdiskusi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Daniel Rumsowek, menjelaskan bahwa kegiatan penguatan HAM di sekolah merupakan bagian dari komitmen Kemenkumham dalam menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan.
“Peringatan Hari Bhakti ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Kemenkumham untuk terus menghadirkan layanan yang humanis,” ungkap Daniel.
Ia juga memperkenalkan inovasi baru bernama SISHAMLING (Sistem Layanan HAM Keliling) — layanan berbasis delivery service yang memudahkan masyarakat dalam menyampaikan pengaduan atau permasalahan terkait HAM secara langsung di lapangan.
“Dengan SISHAMLING, kami ingin mendekatkan layanan HAM kepada masyarakat, agar semua bisa merasakan kehadiran negara dalam hal perlindungan hak asasi,” tutup Daniel.














