MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Suasana jelang pelaksanaan pemilihan RT-RW di Kelurahan Mangasa kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan dugaan pelanggaran netralitas oleh beberapa calon.
Informasi ini berawal dari percakapan WhatsApp yang beredar, di mana seorang warga berinisial K, yang diduga merupakan staf kelurahan sekaligus calon RT, terlihat membagikan informasi terkait pembagian beras bantuan pemerintah kepada warga. Dua calon RT lainnya berinisial A dan D juga turut menyampaikan informasi serupa.
Padahal, bantuan pemerintah seharusnya dikelola dan didistribusikan oleh RT-RW yang masih menjabat. Setelah dikonfirmasi, RT aktif justru mengaku tidak mengetahui adanya bantuan tersebut.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa oknum staf kelurahan tersebut langsung membagikan informasi tanpa koordinasi sebuah langkah yang sensitif karena saat ini adalah momentum pemilihan.
Jika kejadian ini terjadi di luar masa pemilihan, mungkin tidak menjadi persoalan. Namun dalam konteks saat ini, tindakan tersebut menimbulkan kecurigaan serta kegaduhan di tengah warga.
Salah satu warga RW 10 menilai bahwa tindakan itu tidak mencerminkan netralitas calon, bahkan berpotensi memicu konflik.
Selain itu, para calon RT dari pihak lain juga meminta pertanggungjawaban dari pihak kelurahan dan panitia pemilihan RT-RW. Mereka mendesak agar panitia menindak tegas kejadian ini.
“Jika perlu, oknum tersebut harus dicoret dari daftar calon,” tegas salah satu calon.
Warga berharap panitia pemilihan RT-RW segera melakukan penyelidikan dan mengambil langkah tegas agar proses pemilihan tetap berjalan transparan, adil, dan damai.**(B)














