Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Wali Kota Makassar Dukung Penuh Kota Inklusif, Temui Komunitas Disabilitas Jelang HDI 2025

badge-check


					Wali Kota Makassar Dukung Penuh Kota Inklusif, Temui Komunitas Disabilitas Jelang HDI 2025 Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Komitmen Pemerintah Kota Makassar membangun kota inklusif kembali diperkuat. Senin (1/12/2025), komunitas disabilitas hadir di Balai Kota Makassar untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Munafri Arifuddin. Pertemuan ini menjadi simbol bahwa Pemkot membuka ruang dialog tanpa sekat, memastikan setiap warga, termasuk kelompok rentan, memiliki peran dalam pembangunan kota.

Langkah ini sejalan dengan visi Wali Kota Munafri untuk menjadikan Makassar ramah, setara, dan bebas diskriminasi. Pemerintah Kota terus melibatkan kelompok disabilitas dalam perencanaan dan program strategis, menegaskan bahwa pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memihak semua orang.

Ikra, Field Officer Program Yayasan Satu Nama di bawah naungan YASMI Sulawesi, menyampaikan bahwa pertemuan ini terkait persiapan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025. “Perayaan HDI akan digelar 14 Desember 2025 di depan Monumen Mandala. Kami berharap Wali Kota hadir sebagai keynote speaker,” ujarnya.

Selain itu, mereka mendorong adanya Deklarasi Kota Inklusi sebagai simbol komitmen bersama, selaras dengan visi Wali Kota Makassar. Ikra juga menekankan perlunya revisi Perda Disabilitas Nomor 6 Tahun 2013 yang sudah tidak sinkron dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Dorongan revisi ini telah didukung Ketua DPRD Makassar.

Perayaan HDI akan melibatkan seluruh kelompok disabilitas di Kota Makassar, mencakup disabilitas fisik, netra, tunarungu, intelektual, dan tunawicara. Rangkaian kegiatan meliputi deklarasi, pentas seni, pasar murah, serta pameran UMKM menampilkan produk kreatif teman-teman disabilitas, mulai dari batik cifur, tas handmade, kain perca, hingga produk daur ulang.

Ikra berharap kehadiran Wali Kota bukan sekadar simbolik, tetapi mampu membuka ruang lebih luas untuk mengubah stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas. “Tidak ada perbedaan antara warga non-disabilitas dan disabilitas. Semua setara,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas disabilitas. Ia menegaskan, kota inklusif bukan sekadar slogan, tetapi prinsip pembangunan yang harus diwujudkan. Pemkot berkomitmen memberi ruang, akses, dan kesempatan yang sama bagi semua warga.

Munafri juga menyambut baik agenda HDI dan Deklarasi Kota Inklusi. Ia menegaskan, kolaborasi dengan komunitas disabilitas penting karena mereka memahami kebutuhan dan tantangan di lapangan. “Pemkot Makassar terbuka untuk bekerja sama, termasuk dalam revisi Perda Disabilitas bersama DPRD,” tutupnya.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA