Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

BERANDA

Pemkot Makassar Dorong 400 Sekolah Wujudkan Gerakan Eco Enzym dan Makan Buah Serentak

badge-check


					Pemkot Makassar Dorong 400 Sekolah Wujudkan Gerakan Eco Enzym dan Makan Buah Serentak Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Pemerintah Kota Makassar, melalui kolaborasi Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika, mendorong gerakan peduli lingkungan di sekolah melalui kegiatan “Pembuatan 10.000 Liter Eco Enzym dan Gerakan Makan Buah Serentak” yang dilaksanakan oleh lebih dari 400 SD Negeri dan Swasta se-Kota Makassar, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan ini digelar serentak di sekolah masing-masing dengan panduan virtual melalui Zoom Meeting, sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Makassar dalam menanamkan gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan sejak dini.

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata partisipasi sekolah dan Pemkot Makassar dalam membangun karakter anak-anak.

“Melalui gerakan makan buah, kita menanamkan gaya hidup sehat kepada anak-anak kita. Sementara pembuatan 10.000 liter ecoenzym adalah aksi nyata menjaga lingkungan dan mengajarkan anak-anak mengelola sampah organik sejak dini,” ujar Melinda.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk memahami pemanfaatan kulit buah menjadi ecoenzym yang dapat digunakan untuk pembersihan lingkungan, sanitasi, pertanian, hingga pengolahan limbah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menambahkan bahwa gerakan kolaboratif ini menjadi contoh nyata pembelajaran kontekstual. “Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik mengurangi sampah dari sumbernya melalui aksi sederhana namun bermakna,” jelasnya.

Seluruh ecoenzym yang dihasilkan akan dikumpulkan dan dimanfaatkan dalam program lingkungan kota, termasuk pembersihan saluran, perawatan taman kota, dan kegiatan edukasi lanjutan di sekolah-sekolah.

Melalui gerakan ini, Pemkot Makassar sekaligus menegaskan dukungannya terhadap visi Makassar Bebas Sampah 2029 dan target menjadi Kota Lumbungnya Organik Dunia.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari sekolah, didorong guru, dan difasilitasi Pemerintah Kota Makassar. Ecoenzym ini bukan sekadar aksi lingkungan, tetapi investasi pendidikan karakter dan budaya bersih bagi generasi muda,” pungkas Melinda Aksa.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada guru-guru di Kota Makassar atas dedikasi mereka membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan peduli lingkungan.

Baca Lainnya

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan

20 Maret 2026 - 23:38 WITA

Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata

17 Maret 2026 - 22:52 WITA

DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab

17 Maret 2026 - 22:19 WITA

Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga

16 Maret 2026 - 19:11 WITA

Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas

15 Maret 2026 - 02:11 WITA

Trending di BERANDA