Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Pemkot Makassar Raih Penghargaan Digitalisasi Pelayanan Publik dari Bank Indonesia

badge-check


					Pemkot Makassar Raih Penghargaan Digitalisasi Pelayanan Publik dari Bank Indonesia Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam digitalisasi pelayanan publik. Hal ini terlihat pada ajang Awarding Collaborative and High-Impact Payment System Appreciation (Chapter Award) 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemkot Makassar berhasil meraih penghargaan kategori Mitra Partisipatif Pemerintah Daerah, yang dihelat di Claro Makassar, Selasa (2/12/2025). Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dari Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rezki Ernadi Wimanda.

Pengakuan ini menegaskan posisi Makassar sebagai salah satu daerah terdepan dalam membangun ekosistem cashless society, sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia terkait sistem pembayaran digital dan perluasan penggunaan QRIS di sektor pelayanan publik.

Rezki Ernadi Wimanda menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kolaborasi Pemkot Makassar dalam memperkuat transformasi sistem pembayaran digital.

“Chapter Award BI ini merupakan bentuk apresiasi kami atas kolaborasi digitalisasi sistem pembayaran dan pengelolaan uang pembayaran kepada stakeholders pada Chapter 2025,” ujar Rezki.

Ia menambahkan, Pemkot Makassar dinilai berhasil meluncurkan Model Digitalisasi Pelayanan Publik yang mengintegrasikan sistem pembayaran non-tunai pada sejumlah layanan vital, mulai dari terminal, PDAM, parkir, hingga pasar tradisional.

“Digitalisasi pembayaran di pasar, terminal, air, dan parkir di Kota Makassar dikembangkan bersama Pemda dan penyedia jasa pembayaran sebagai model yang dapat direplikasi di daerah lain,” tambah Rezki.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis Pemkot untuk meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan pengawasan pendapatan daerah.

“Dengan digitalisasi, celah permainan angka dapat diminimalisir. Semua transaksi tercatat, bisa ditelusuri, dan diawasi,” jelas Munafri. Ia juga menyebut penggunaan QRIS memberi kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha karena transaksi menjadi cepat, tepat, dan terekam otomatis.

Munafri berharap capaian ini menjadi langkah awal mendorong penguatan digitalisasi di seluruh sektor Kota Makassar, sekaligus menjadi model penerapan digitalisasi daerah yang dapat direplikasi di daerah lain. Selain itu, transformasi digital diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis teknologi, serta meningkatkan pelayanan publik secara modern dan transparan.

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA