MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong percepatan digitalisasi terus diperkuat. Kepala UPT Pelayanan Pengelolaan Data dan Informasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Makassar, Ibnu Munzier Hasri Gani, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Studi Banding Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang Tahun 2025.
Kegiatan tersebut digelar di Hyatt Place Makassar, Jl. Jenderal Sudirman No. 31, Makassar, pada Rabu (12/11/2025), dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah yang ingin mempelajari implementasi digitalisasi sistem pajak daerah di Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, Ibnu Munzier Hasri Gani menjelaskan strategi, inovasi, serta langkah konkret yang telah dilakukan BAPENDA Kota Makassar dalam mengembangkan sistem pengelolaan pajak dan retribusi berbasis digital. Mulai dari penguatan data, sistem pembayaran non-tunai, hingga integrasi layanan untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pemungutan pajak.
“Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Dengan sistem yang terintegrasi dan berbasis teknologi, pengelolaan pajak daerah menjadi lebih transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” ungkapnya.
Studi banding ini menjadi ruang berbagi praktik baik (best practice) antar daerah dalam mempercepat transformasi digital, khususnya di sektor pendapatan daerah. Kehadiran BAPENDA Makassar sebagai narasumber menegaskan posisi Kota Makassar sebagai salah satu daerah yang aktif dan progresif dalam mendukung agenda digitalisasi nasional.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar daerah serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam tata kelola keuangan daerah yang lebih modern dan berkelanjutan.**(Bars)














