Menu

Mode Gelap
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Fatma Wahyuddin Sampaikan Pesan Silaturahmi dan Kebersamaan Inspiratif! Ketua RW 05 Mangasa Rela Nol Gaji Demi Warga, Fasilitas Gratis Jadi Bukti Nyata DPC APPI Kecamatan Makassar: Penertiban PK5 oleh Camat Jadi Contoh Pendekatan Beradab Aksi Sosial Ramadhan, Perindo Makassar Gandeng UMKM Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Jelang Idulfitri, Camat Tallo Pimpin Patroli Gabungan Sikat Potensi Gangguan Kamtibmas Kecamatan Tallo Siapkan Gerakan Pangan Murah, Langkah Nyata Jaga Harga Sembako Jelang Hari Raya

Uncategorized

Kecamatan Rappocini Gerak Cepat, RT/RW Jadi Motor Program Makassar Bebas Sampah

badge-check


					Kecamatan Rappocini Gerak Cepat, RT/RW Jadi Motor Program Makassar Bebas Sampah Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kecamatan Rappocini menyatakan kesiapan penuh menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Program Makassar Bebas Sampah 2029, menyusul tantangan langsung dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kepada seluruh RT dan RW untuk serius melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Tantangan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Appi saat menutup Festival Daur Bumi yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (14/12/2025).

Dalam arahannya, Appi menegaskan bahwa keseriusan RT dan RW dalam mengelola sampah akan menjadi indikator utama penilaian RT/RW terbaik, yang berhak memperoleh penghargaan dan insentif hingga Rp100 juta per tahun.

Menurut Appi, persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan di hilir. Pengelolaan harus dimulai dari hulu, yakni dari lingkungan RT dan RW sebagai unit pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.

“RT dan RW harus mulai menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang baik di lingkungannya masing-masing. Ini bukan pilihan, tapi keharusan jika kita ingin Makassar benar-benar bebas sampah,” tegas Appi.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan insentif besar bagi RT yang mampu menjalankan pengelolaan sampah secara konsisten dan berkelanjutan.

“Minimal 20 RT terbaik akan kita berikan insentif sebesar Rp100 juta per RT dalam satu tahun,” jelasnya.

Menurut Appi, langkah tersebut justru lebih efisien dibandingkan biaya besar yang harus dikeluarkan pemerintah jika persoalan sampah tidak ditangani sejak dari sumbernya.

“Kalau tidak kita selesaikan dari hulu, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dan bahkan bisa menimbulkan persoalan sosial,” tuturnya.

Melalui Program Makassar Bebas Sampah 2029, Pemerintah Kota Makassar mendorong perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Perubahan tersebut, kata Appi, harus dimulai dari diri sendiri, kemudian diterapkan secara kolektif di lingkungan sekitar.

“Kalau selama ini kita terbiasa membuang sampah sembarangan dan tidak peduli lingkungan, maka pola pikir itu harus dibalik. Kita wajib peduli dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Tak hanya kepada RT dan RW, Appi juga menantang para camat untuk berperan aktif mendukung program tersebut dengan melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak.

“Saya menantang para camat agar membentuk ranger-ranger anak muda yang bisa turun langsung memantau dan mengawal pengelolaan sampah di wilayahnya,” imbuhnya.

Menanggapi arahan tersebut, Camat Rappocini M. Aminuddin menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk mendukung dan mengawal Program Makassar Bebas Sampah 2029, khususnya melalui penguatan peran RT, RW, dan generasi muda di wilayah Rappocini.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis wilayah merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Arahan Bapak Wali Kota menjadi motivasi besar bagi kami di kecamatan. Di Kecamatan Rappocini, kami siap mendorong RT dan RW agar lebih aktif mengelola sampah dari sumbernya serta melibatkan pemuda sebagai penggerak perubahan,” ujar Aminuddin.

Ia menambahkan, Kecamatan Rappocini akan memperkuat koordinasi dengan kelurahan, RT/RW, serta komunitas lingkungan agar pengelolaan sampah tidak bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan.

“Kami optimistis, jika semua elemen bergerak bersama, pengelolaan sampah bisa menjadi budaya baru di masyarakat dan mendukung terwujudnya Makassar yang bersih dan sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Festival Daur Bumi yang berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Alhamdulillah, Festival Daur Bumi berjalan dengan baik dan mendapat respons luar biasa dari warga. Ini menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan,” ujarnya.

Helmy menegaskan, DLH Kota Makassar berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi, pendampingan, serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan target Makassar Bebas Sampah 2029 dapat tercapai.

Baca Lainnya

Camat Rappocini Hadiri Peringatan HUT ke-26 DWP Kota Makassar

16 Desember 2025 - 16:23 WITA

Sekcam Rappocini Hadiri Rapat Formulir UKL-UPL Pembangunan Perumahan di Minasaupa

11 Desember 2025 - 21:25 WITA

Perkuat Tata Kelola, Sekcam Rappocini Ikuti Bimtek Manajemen Risiko Pemkot Makassar

11 Desember 2025 - 19:40 WITA

Wali Kota Makassar dan Bapenda Terima Audiensi PT. Indora Global Film, Bahas Penayangan Film “Badik”

14 Oktober 2025 - 20:06 WITA

Definitif! Andi Asminullah Resmi Nahkodai Bapenda Makassar, Appi Tekankan Integritas dan Kinerja Nyata

10 September 2025 - 08:47 WITA

Trending di PEMKOT MAKASSAR