Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Seleksi Kepala Puskesmas di Makassar Masuki Tahap Akhir, 84 Peserta Ikut Uji Kompetensi

badge-check


					Seleksi Kepala Puskesmas di Makassar Masuki Tahap Akhir, 84 Peserta Ikut Uji Kompetensi Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar tahapan wawancara seleksi calon kepala puskesmas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat dasar.

Agenda tahapan wawancara seleksi tersebut meliputi penilaian kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta pemahaman teknis di bidang pelayanan kesehatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan uji kompetensi yang kemudian dilanjutkan wawancara bagi calon kepala Puskesmas ini merupakan langkah strategis dalam menempatkan sumber daya manusia yang tepat pada posisi yang sesuai.

“Uji kompetensi dan tahapan wawancara ini penting untuk memastikan bahwa calon kepala puskesmas memiliki kemampuan manajerial dan teknis yang memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Andi Zulkifly saat ditemui di Ruang Rapat Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (7/4).

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menilai, peran kepala Puskesmas sangat krusial dalam menentukan kualitas layanan kesehatan di tingkat pertama, sehingga proses seleksi harus dilakukan secara ketat dan profesional.

“Kami ingin memastikan bahwa yang terpilih benar-benar memiliki komitmen, integritas, serta kemampuan dalam memimpin dan mengelola fasilitas pelayanan kesehatan secara optimal,” paparnya.

Melalui pelaksanaan tahapan wawancara ini, Pemkot Makassar berharap dapat menghadirkan kepala puskesmas yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berinovasi dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Nah, kita harap mutu pelayanan kesehatan di Makassar semakin baik, apalagi orientasi kita ini masyarakat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menyampaikan seleksi ini diikuti sebanyak 84 peserta untuk mengisi kebutuhan 47 kepala puskesmas di 15 Kecamatan. Setelah melalui tahapan uji kompetensi, seleksi dilanjutkan dengan wawancara terhadap lima panelis.

Diketahui, lima panelis tahapan wawancara seleksi kepala Puskesmas diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly, Tenaga Ahli Wali Kota Makassar Hudli Huduri dan Kepala Dinas Kesehatan Nursaidah Sirajuddin.

“Alhamdulillah, peserta yang mengikuti uji kompetensi sebanyak 84 orang, sementara kebutuhan kita untuk kepala puskesmas ada 47. Hari ini kita lakukan wawancara terhadap lima panelis untuk melihat lebih dalam kapasitas kepemimpinan dan manajerial mereka,” ujar Nursaidah Sirajuddin.

Menurutnya, dalam tahap wawancara, panelis menilai sejumlah aspek penting, mulai dari integritas, kemampuan kepemimpinan, hingga kapasitas dalam memecahkan masalah dan berinovasi.

“Kami menilai bagaimana integritasnya, kemampuan problem solving, hingga inovasi yang bisa mereka hadirkan. Ini penting agar ke depan puskesmas bisa menjadi fasilitas kesehatan yang bermutu, baik dari sisi layanan, sarana prasarana, maupun sumber daya manusia,” jelasnya.

Ia menambahkan, uji kompetensi ini juga menjadi bagian dari implementasi manajemen talenta di lingkungan Pemkot Makassar. Melalui proses tersebut, potensi aparatur sipil negara (ASN) dapat terpetakan secara lebih objektif.

“Dengan uji kompetensi ini, kita bisa melihat langsung siapa yang memiliki potensi dan siapa yang perlu dikembangkan. Bahkan ada ASN yang sebelumnya tidak terlalu terlihat, tetapi ternyata memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin,” paparnya.

Lebih lanjut, dokter Ida–sapaan akrabnya–berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin pemerintah kota sebagai upaya peningkatan kapasitas ASN, khususnya di sektor kesehatan.

“Minimal bagi yang belum terpilih, mereka sudah mendapatkan peningkatan kapasitas. Ini menjadi bagian dari upaya kita meng-upgrade kemampuan ASN secara berkelanjutan,” katanya.

Hasil seleksi final nantinya akan dilaporkan kepada Wali Kota Makassar untuk ditetapkan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Kepala puskesmas terpilih diharapkan mampu membawa perubahan positif, termasuk meningkatkan mutu layanan serta mengembangkan inovasi di masing-masing wilayah kerja.

“Ke depan, kepala puskesmas harus mampu berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat sarana prasarana dan SDM. Mereka juga harus mampu membangun kolaborasi lintas sektor karena puskesmas menjadi penanggung jawab kesehatan di wilayahnya,” tutup Nursaidah.**(Bars)

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA