MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya sibuk menjalankan tugas administratif di kantor, tetapi juga peka terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
Pesan tersebut disampaikan Munafri saat memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Kota Makassar di Halaman Kantor Balai Kota Makassar, Senin (27/7/2026). Dalam kesempatan itu, Appi menyampaikan sejumlah pesan kepada jajaran ASN.
Pertama, ia meminta ASN meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Pegawai juga diminta ikut mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap sumber pemicu kebakaran seperti instalasi listrik, kompor hingga puntung rokok.
“Seperti colokan listrik, kompor, puntung rokok, dan sebagainya benar-benar menjadi perhatian bersama, terutama di musim kemarau seperti saat ini,” ujarnya.
Selain itu, Appi memastikan ketersediaan air bersih tetap menjadi perhatian pemerintah. Ia meminta Perumda Air Minum terus mengoptimalkan distribusi air serta dinas terkait mempercepat pembangunan sumur bor di wilayah yang membutuhkan.
Appi juga menekankan pentingnya peran ASN sebagai mata dan telinga pemerintah di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menurutnya, ASN harus mampu mendeteksi persoalan sosial sejak dini dan menyampaikannya kepada lurah maupun camat.
“Jangan hanya bangun pagi, memakai baju dinas, bekerja lalu pulang dan berdiam diri di rumah. Lihat kondisi di sekitar kita. Koordinasikan dengan lurah dan camat agar pemerintah bisa melakukan intervensi lebih cepat,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, seperti anak putus sekolah, stunting, warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan maupun masalah sosial lainnya.
“ASN harus menjadi mata dan telinga pemerintah di wilayah tempat tinggalnya. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga setiap persoalan bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” katanya.
Terakhir, Appi mendorong ASN terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri. Menurutnya, dinamika pemerintahan yang terus berkembang membutuhkan aparatur yang siap mengisi berbagai posisi strategis.
“Jangan pernah berhenti belajar. Terus tingkatkan kompetensi dan kemampuan sehingga memiliki kapabilitas untuk mengemban amanah pada berbagai posisi strategis di Pemerintah Kota Makassar,” pungkasnya. (*)














