Menu

Mode Gelap
Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Fatma Wahyuddin: Langit Biru Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Gerakan Bersama DWP Makassar Semarakkan HUT RI ke-81, Kebersamaan dan Kekompakan Jadi Spirit Utama Gusmi Irwan Bangsawan Gaungkan Semangat Pengabdian di Semarak Kemerdekaan DWP Makassar Sekda Zulkifly Dorong Makassar Bike Race 2026 Dikemas Semarak Pesona Tari Paduppa AKRAB Bontomanai Warnai Perayaan HUT ke-6 Pandawa Pattingalloang Indonesia

BERANDA

Pemkot Makassar Akan Terapkan Pembayaran Iuran Sampah Dengan QRIS

badge-check


					ILUSTRASI QRIS.(INT) Perbesar

ILUSTRASI QRIS.(INT)

MAKASSAR,CAHAYASULSEL.COM, – Pemerintah  Kota Makassar berencana menerapkan  sistem pembayaran iuran sampah menggunakan QRIS sebagai langkah untuk memastikan retribusi sampah terserap dengan baik. Langkah ini diambil setelah menerima laporan adanya beberapa oknum RT/RW di Kota  Makassar yang melakukan penyelewengan iuran sampah.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang akrab disapa Danny Pomanto, mengungkapkan bahwa penerapan QRIS diharapkan dapat memperbaiki sistem pembayaran yang lebih transparan dan efisien.

“QRIS kalau bisa,” ungkap Danny.

Selain itu, Danny juga menyatakan bahwa retribusi sampah nantinya akan dimasukkan dalam aplikasi PAKINTA.

“Retribusinya nanti pakai Pakintaki,” tambahnya.

Saat ini, Pemerintah Kota Makassar tengah merumuskan perubahan Perwali Nomor 56 Tahun 2015 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan. Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang disahkan pada 5 Januari 2024.

Bagian Hukum Pemkot Makassar akan menyusun peraturan wali kota turunan dari Perda tersebut, dengan menerapkan skema subsidi silang terkait retribusi sampah. Tarif retribusi sampah untuk kategori bisnis dan industri akan dinaikkan menjadi Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, sementara untuk kategori rumah tangga, tarif retribusi akan diturunkan menjadi di bawah Rp16 ribu.

Menurut Danny Pomanto, kenaikan tarif retribusi untuk kategori bisnis dan industri perlu dilakukan mengingat potensi sampah yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan dengan sampah rumah tangga.

“Dengan kenaikan tarif retribusi ini, ada potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kota Makassar di tahun 2024,” ujar Danny.

Pemkot Makassar menargetkan PAD tahun 2024 mencapai Rp2 triliun.

“Termasuk PAD Rp2 triliun, tadi kita hitung cuma 200 milyar, setengahnya saja 150 milyar sudah meledak PAD,” jelas Danny.

Untuk mencapai target tersebut, Danny meminta seluruh camat dan lurah di Kota  Makassar untuk melakukan pendataan di wilayahnya yang memiliki potensi retribusi. Pendataan ini diharapkan dapat mengidentifikasi sumber-sumber retribusi yang belum tergarap secara optimal.

Baca Lainnya

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Fatma Wahyuddin: Langit Biru Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Gerakan Bersama

30 Agustus 2026 - 21:46 WITA

DWP Makassar Semarakkan HUT RI ke-81, Kebersamaan dan Kekompakan Jadi Spirit Utama

26 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Gusmi Irwan Bangsawan Gaungkan Semangat Pengabdian di Semarak Kemerdekaan DWP Makassar

26 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Pesona Tari Paduppa AKRAB Bontomanai Warnai Perayaan HUT ke-6 Pandawa Pattingalloang Indonesia

23 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Trending di BERANDA