Menu

Mode Gelap
Auditor KONI Klarifikasi Polemik Dana Hibah, Tegaskan Pengelolaan Sesuai Aturan Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital, Bapenda Makassar Matangkan Strategi Optimalisasi PAD Lewat Rapat Koordinasi Sinergi Dukung Program Wali Kota, DWP Kota Makassar Gelorakan Gerakan Peduli Lingkungan di DWP Unit Dinas Tata Ruang Fatma Wahyuddin Soroti Ribuan Siswa Tak Terakomodir, Desak Disdik Sulsel Transparan Soal Kuota SPMB Bapenda Makassar Pacu Transformasi Digital, Perkuat TP2DD untuk Tingkatkan PAD dan Wujudkan Layanan Publik Modern Bapenda Makassar Hadirkan Layanan Pajak Terintegrasi, Pamungkas Masuk Ekosistem Lontara Plus

BERANDA

KSP Lontara Jaya Bersinergi Dengan Ormas Pandawa Melakukan Bakti Sosial di Kabupaten Gowa

badge-check

Dok. Penyerahan bantuan oleh KSP Lontara Jaya dan Ormas Pandawa

MAKASSAR,CAHAYASULSEL.COM – Koperasi Lontara Jaya bekerja sama dengan Ormas Pandawa, baru-baru ini menyalurkan bantuan kepada keluarga yang terkena dampak penyakit Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kecamatan Pattallassang Dusun Tamalayu Desa Palantikang , namun bantuan tersebut tidak mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah setempat.

Koperasi Lontara Jaya, yang dikenal dengan komitmennya dalam membantu masyarakat, bersama Ormas Pandawa melakukan aksi sosial untuk membantu keluarga yang terinfeksi TBC, dengan memberikan berbagai kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, serta peralatan kebersihan dan uang saku untuk membayar kelanjutan kontrakan. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga-keluarga yang sedang berjuang melawan penyakit ini, yang sering kali membutuhkan biaya dan perawatan yang tidak sedikit.

Namun, meskipun bantuan yang disalurkan sangat berarti bagi keluarga penerima, pemerintah setempat tidak menunjukkan perhatian yang cukup terhadap inisiatif ini. Banyak warga setempat mengeluhkan minimnya dukungan dari pemerintah dalam hal pendampingan medis, pemberian obat gratis, serta program pencegahan yang lebih masif.

Manager Koperasi Lontara Jaya, Rijal Susanto, mengungkapkan bahwa mereka merasa prihatin dengan minimnya perhatian dari pihak berwenang.

“Kami bergerak berdasarkan kepedulian terhadap sesama. Kami ingin pemerintah juga lebih aktif dalam menangani kasus-kasus seperti ini. TBC bukan masalah kecil, ini masalah kesehatan yang sangat serius,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ormas Pandawa Pattallassang Agus Salim, menambahkan bahwa meski bantuan yang diberikan cukup membantu, namun tanpa adanya kerjasama yang kuat antara lembaga sosial dan pemerintah, upaya seperti ini akan sulit memberikan dampak jangka panjang.

“Kita membutuhkan pendekatan sistematis dan terintegrasi antara masyarakat, lembaga swadaya, dan pemerintah untuk menangani masalah ini secara efektif,” katanya.

Diharapkan, kedepannya pemerintah setempat dapat lebih memperhatikan kondisi ini, serta mengadakan program-program yang lebih menyeluruh dalam menangani penyakit menular seperti TBC, dan tidak hanya mengandalkan inisiatif dari pihak swasta dan masyarakat.

Pemberian bantuan oleh Koperasi Lontara Jaya dan Ormas Pandawa ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya untuk lebih peduli terhadap isu kesehatan yang sering terlupakan, serta mendorong pemerintah untuk mengambil langkah lebih serius dalam penanganan TBC di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Auditor KONI Klarifikasi Polemik Dana Hibah, Tegaskan Pengelolaan Sesuai Aturan

19 Juli 2026 - 21:52 WITA

Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital, Bapenda Makassar Matangkan Strategi Optimalisasi PAD Lewat Rapat Koordinasi

15 Juli 2026 - 14:12 WITA

Sinergi Dukung Program Wali Kota, DWP Kota Makassar Gelorakan Gerakan Peduli Lingkungan di DWP Unit Dinas Tata Ruang

15 Juli 2026 - 11:03 WITA

Fatma Wahyuddin Soroti Ribuan Siswa Tak Terakomodir, Desak Disdik Sulsel Transparan Soal Kuota SPMB

15 Juli 2026 - 08:09 WITA

Bapenda Makassar Pacu Transformasi Digital, Perkuat TP2DD untuk Tingkatkan PAD dan Wujudkan Layanan Publik Modern

13 Juli 2026 - 17:19 WITA

Trending di BERANDA