Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi Munafri Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Bebas Rokok, Lindungi Generasi Muda dari Paparan Nikotin

BERANDA

Heboh! Pabrik Uang Palsu Tersembunyi di Kampus UIN Alauddin Makassar, Dosen dan Pegawai Terlibat

badge-check

Ilustrasi uang palsu

MAKASSAR.CAHAYASULSEL.COM –Polres Gowa baru-baru ini berhasil mengungkap dan menggerebek sebuah pabrik uang palsu yang diduga beroperasi di dalam kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Penggerebekan ini berlangsung pada Jum’at (13/12/2024) dan terpusat di lantai tiga Perpustakaan Kampus 2 UIN Makassar yang terletak di Samata, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Selama operasi, pihak kepolisian mengamankan sejumlah uang palsu yang diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah. Selain itu, petugas juga menemukan berbagai peralatan produksi yang digunakan untuk mencetak uang palsu tersebut. Penemuan ini menimbulkan kehebohan, mengingat lokasi yang digunakan sebagai tempat produksi adalah area kampus yang biasanya dianggap aman dari praktik ilegal seperti itu.

Lebih lanjut, beberapa pegawai kampus, termasuk seorang dosen, turut diamankan dalam penggerebekan ini. Mereka diduga terlibat dalam pembuatan dan peredaran uang palsu tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran uang palsu yang lebih luas.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, dalam konfirmasinya menyatakan bahwa pihak kampus saat ini masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.

“Kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh karena pihak kepolisian belum memberikan laporan resmi kepada kami. Kami akan menunggu hasil penyelidikan dan jika ada pelanggaran hukum yang terungkap, kami akan mengambil langkah tegas,” ujar Prof. Hamdan

Di sisi lain, pihak Kepolisian Polres Gowa juga belum memberikan penjelasan detail mengenai penggerebekan ini. Iptu Kusman Jaya, Kasi Humas Polres Gowa, menyampaikan bahwa penyelidikan kasus ini masih berlangsung. “Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Jika ada informasi lebih lanjut, pihak Reskrim akan merilisnya,” jelas Iptu Kusman.

Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat, terutama terkait dengan fakta bahwa kegiatan ilegal ini berlangsung di lingkungan kampus, yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung kegiatan akademik. Seiring dengan berlanjutnya penyelidikan, banyak yang berharap agar semua pihak yang terlibat dapat segera diproses secara hukum. (Bars)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan

9 Juni 2026 - 12:00 WITA

Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN

9 Juni 2026 - 11:53 WITA

Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill

8 Juni 2026 - 09:51 WITA

SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran

7 Juni 2026 - 20:42 WITA

PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi

7 Juni 2026 - 18:32 WITA

Trending di BERANDA