BANTAENG.CAHAYASULSEL.COM – Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat virtual melalui Zoom yang membahas penanggulangan dan pencegahan banjir di wilayah perkotaan Kabupaten Bantaeng, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng melaksanakan kerja bakti massal untuk membersihkan sisa-sisa sampah dan lumpur pasca banjir yang melanda pada Minggu, 27 April 2025.
Aksi kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Bantaeng, H. Abdul Wahab, dan dilaksanakan di sejumlah titik terdampak, termasuk wilayah Kampung Garegea di Kelurahan Tappanjeng serta area Pasar Baru Bantaeng. Kegiatan ini melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama jajarannya, Camat Bantaeng dan Camat Bissappu, para Kepala Bagian Sekretariat Daerah, para lurah dan kepala desa, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 29 April 2025.
Kampung Garegea dan Pasar Baru menjadi prioritas karena merupakan dua wilayah yang paling parah terdampak banjir. Lumpur dan sampah masih terlihat menumpuk di sekitar rumah warga. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersinergi dalam semangat gotong royong untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan mencegah potensi penyakit akibat genangan air dan tumpukan sampah.
Selain membersihkan permukiman warga, kerja bakti juga difokuskan pada aliran sungai dan saluran drainase yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama banjir. Pembersihan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tampung dan kelancaran saluran air saat hujan deras terjadi.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. Kesadaran dan partisipasi aktif warga menjadi kunci penting dalam mencegah bencana serupa di masa mendatang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Harapannya, semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga dan menjadi budaya dalam menjaga lingkungan serta membangun ketahanan daerah terhadap bencana.














