BANTAENG, CAHAYASULSEL.COM – Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin meresmikan Program Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di kawasan Borong Kalukua, Kelurahan Pallantikang, Sabtu (24/5/2025). Ia didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan, Armawansyah.
Program ini merupakan hasil seleksi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik PPKT yang difasilitasi oleh Tim Fasilitasi Infrastruktur Daerah (TFID) Pemerintah Pusat pada 2023. Dari hasil seleksi tersebut, Kabupaten Bantaeng menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil lolos dan menerima program tersebut. Pekerjaan fisiknya pun rampung pada 2024.
Dalam sambutannya, Wabup Sahabuddin menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kolaborasi pendanaan dari berbagai pihak, termasuk DAK, Dana Alokasi Umum (DAU), Corporate Social Responsibility (CSR), dan swadaya masyarakat.
“Dengan program DAK Tematik PPKT 2024, kami berhasil mengurangi kawasan kumuh di wilayah Borkal seluas 6,1 hektare,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan data kawasan pemukiman kumuh berdasarkan catatan per 5 Oktober 2020, yang mencakup luas 193,38 hektare. Hingga 2024, Pemkab Bantaeng telah berhasil mengurangi sekitar 12,56 hektare kawasan kumuh, menyisakan 180,82 hektare yang masih perlu ditangani.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pengentasan kawasan kumuh, melalui berbagai sumber pendanaan agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.
Turut hadir dalam peresmian ini, Ketua DPRD Bantaeng H. Budi Santoso, Danramil 1410-02/Eremerasa Lettu Inf. Harpil mewakili Dandim 1410, Kapolsek Kota AKP Adi Wijaya mewakili Kapolres Bantaeng, Plt. Kasi BB Kejari Bantaeng Herlina, Asisten I Setda Mahyudin, Direktur PDAM Suwardi, dan Pimpinan Cabang BRI Bantaeng Agus Pusworo.














