Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi Munafri Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Bebas Rokok, Lindungi Generasi Muda dari Paparan Nikotin

BERANDA

Resmikan Program PPKT di Borkal, Wabup Tegaskan Komitmen Atasi Permukiman Kumuh

badge-check


					Wabup Bantaeng H. Sahabuddin saat membuka acara peresmian Program Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di kawasan Borong Kalukua, Kelurahan Pallantikang. (dok.ist) Perbesar

Wabup Bantaeng H. Sahabuddin saat membuka acara peresmian Program Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di kawasan Borong Kalukua, Kelurahan Pallantikang. (dok.ist)

BANTAENG, CAHAYASULSEL.COM Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin meresmikan Program Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di kawasan Borong Kalukua, Kelurahan Pallantikang, Sabtu (24/5/2025). Ia didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan, Armawansyah.

Program ini merupakan hasil seleksi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik PPKT yang difasilitasi oleh Tim Fasilitasi Infrastruktur Daerah (TFID) Pemerintah Pusat pada 2023. Dari hasil seleksi tersebut, Kabupaten Bantaeng menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil lolos dan menerima program tersebut. Pekerjaan fisiknya pun rampung pada 2024.

Dalam sambutannya, Wabup Sahabuddin menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kolaborasi pendanaan dari berbagai pihak, termasuk DAK, Dana Alokasi Umum (DAU), Corporate Social Responsibility (CSR), dan swadaya masyarakat.

“Dengan program DAK Tematik PPKT 2024, kami berhasil mengurangi kawasan kumuh di wilayah Borkal seluas 6,1 hektare,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan data kawasan pemukiman kumuh berdasarkan catatan per 5 Oktober 2020, yang mencakup luas 193,38 hektare. Hingga 2024, Pemkab Bantaeng telah berhasil mengurangi sekitar 12,56 hektare kawasan kumuh, menyisakan 180,82 hektare yang masih perlu ditangani.

“Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pengentasan kawasan kumuh, melalui berbagai sumber pendanaan agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat,” tambahnya.

Turut hadir dalam peresmian ini, Ketua DPRD Bantaeng H. Budi Santoso, Danramil 1410-02/Eremerasa Lettu Inf. Harpil mewakili Dandim 1410, Kapolsek Kota AKP Adi Wijaya mewakili Kapolres Bantaeng, Plt. Kasi BB Kejari Bantaeng Herlina, Asisten I Setda Mahyudin, Direktur PDAM Suwardi, dan Pimpinan Cabang BRI Bantaeng Agus Pusworo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan

9 Juni 2026 - 12:00 WITA

Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN

9 Juni 2026 - 11:53 WITA

Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill

8 Juni 2026 - 09:51 WITA

SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran

7 Juni 2026 - 20:42 WITA

PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi

7 Juni 2026 - 18:32 WITA

Trending di BERANDA