Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Melinda Aksa Tanam Kompos Biopori di Taman Gajah Losari: Langkah Sederhana, Dampak Luar Biasa

badge-check


					Melinda Aksa Tanam Kompos Biopori di Taman Gajah Losari: Langkah Sederhana, Dampak Luar Biasa Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menginisiasi gerakan pemanfaatan sampah organik lewat penanaman kompos biopori di Taman Gajah Pantai Losari, Jumat (25/7/2025). Dalam kegiatan ini, sebanyak 30 lubang biopori ditanam bersama jajaran TP PKK, Dekranasda, Pokja Bunda PAUD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan para petugas kebersihan.

Dengan kedalaman mencapai 80 cm hingga 1 meter, lubang-lubang biopori ini bukan sekadar lubang di tanah, tetapi menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap sampah dan lingkungan.

“Lubang biopori ini mudah dibuat, murah, dan bisa langsung dipraktikkan. Ini salah satu cara paling realistis dan efektif untuk mengelola sampah organik, terutama di taman-taman kota,” ujar Melinda.

Ia menambahkan, taman seperti Taman Gajah merupakan titik penghasil sampah organik alami—seperti daun kering dan ranting pohon—yang selama ini hanya disapu dan dibuang ke TPA. Kini, sampah tersebut bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang biopori.

“Dengan sistem ini, kita tak hanya mengurangi volume sampah ke TPA, tapi juga memberi manfaat langsung bagi tanah. Air hujan bisa terserap ke dalam tanah, membantu mencegah genangan dan menjaga keseimbangan air tanah,” jelas Melinda.

Tak hanya bermanfaat dari sisi lingkungan, lubang biopori juga mengedukasi masyarakat bahwa solusi atas masalah besar bisa dimulai dari langkah kecil—dan bisa dilakukan siapa saja, bahkan dari halaman rumah sendiri.

“Langkah sederhana ini akan berdampak besar jika dilakukan secara masif dan konsisten. Kita mulai dari taman-taman kota, lalu lanjut ke rumah-rumah warga. Ini bukan pekerjaan satu orang, tapi gerakan bersama,” tegasnya.

Melinda menyampaikan bahwa program ini akan berlanjut ke taman-taman sepanjang Jalan Metro Tanjung Bunga sebelum diperluas ke seluruh wilayah kota.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung gerakan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengurangan sampah.

“Biopori adalah solusi nyata. Siapapun bisa membuatnya di halaman rumah. Harapannya, masyarakat bisa mulai mengelola sampahnya sendiri tanpa terlalu bergantung pada pengangkutan ke TPA,” jelas Helmy.

DLH juga akan mendorong adopsi metode ini sebagai kebiasaan baru dalam budaya bersih masyarakat Makassar. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan warga, Makassar bukan hanya bersih dari sampah—tetapi juga lebih hijau, sehat, dan mandiri secara ekologis.

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA