Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Hangatnya Jamuan Munafri-Aliyah untuk Para Kepala Daerah, dari Barongko hingga Inovasi Zero Waste Makassar

badge-check


					Hangatnya Jamuan Munafri-Aliyah untuk Para Kepala Daerah, dari Barongko hingga Inovasi Zero Waste Makassar Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Suasana penuh keakraban menyelimuti Balai Kota Makassar, Jumat (8/8/2025), saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, menyambut kunjungan kerja sejumlah kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia.

Deretan tamu istimewa yang hadir antara lain Wali Kota Dumai, Wakil Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Wakil Wali Kota Kendari, Wakil Bupati Pulang Pisau, Wakil Bupati Magetan, dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir.

Pertemuan berlangsung hangat, dibalut canda, tawa, dan pertukaran ide seputar pembangunan daerah. Mulai dari strategi pengelolaan lingkungan, pengembangan wilayah, hingga inovasi kebijakan lokal menjadi topik diskusi.

Sebagai bentuk sambutan khas Makassar, Munafri-Aliyah menyuguhkan kuliner tradisional Sulawesi Selatan, termasuk barongko—olahan pisang yang dibungkus daun pisang dan dikukus. Jamuan ini mendapat pujian para tamu yang juga sempat bercerita tentang pengalaman mereka berkunjung ke pulau-pulau indah di sekitar Makassar.

Dalam sesi diskusi serius, Munafri memaparkan program unggulan Makassar di bidang pengelolaan sampah, mulai dari integrasi urban farming hingga pengembangan badan usaha berbasis lingkungan seperti budidaya maggot.

“Kami di Makassar sedang membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir berbasis rumah tangga. Target akhirnya adalah zero waste,” ujar Munafri.

Ia memaparkan, lebih dari separuh dari 1.000–1.500 ton sampah harian Makassar merupakan sampah organik. Fokus pengolahan diarahkan ke sumbernya, sementara sampah non-organik ditangani lewat TPA dan bank sampah.

Tak hanya itu, Makassar juga mendorong daur ulang 100 ton sampah plastik per hari dan mengkaji potensi pengolahan energi berbasis limbah untuk menyuplai listrik lokal.

“Kami ingin Makassar menjadi contoh nyata bahwa sampah bisa diolah menjadi energi, pakan, pupuk, bahkan produk bernilai guna. Ini juga bagian dari dukungan terhadap ekonomi sirkular,” tegasnya.

Munafri menutup pertemuan dengan harapan Makassar dapat menjadi ruang kolaborasi antar daerah untuk menciptakan inovasi berkelanjutan.

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA