Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

Hangatnya Jamuan Munafri-Aliyah untuk Para Kepala Daerah, dari Barongko hingga Inovasi Zero Waste Makassar

badge-check


					Hangatnya Jamuan Munafri-Aliyah untuk Para Kepala Daerah, dari Barongko hingga Inovasi Zero Waste Makassar Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Suasana penuh keakraban menyelimuti Balai Kota Makassar, Jumat (8/8/2025), saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, menyambut kunjungan kerja sejumlah kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia.

Deretan tamu istimewa yang hadir antara lain Wali Kota Dumai, Wakil Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Wakil Wali Kota Kendari, Wakil Bupati Pulang Pisau, Wakil Bupati Magetan, dan Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir.

Pertemuan berlangsung hangat, dibalut canda, tawa, dan pertukaran ide seputar pembangunan daerah. Mulai dari strategi pengelolaan lingkungan, pengembangan wilayah, hingga inovasi kebijakan lokal menjadi topik diskusi.

Sebagai bentuk sambutan khas Makassar, Munafri-Aliyah menyuguhkan kuliner tradisional Sulawesi Selatan, termasuk barongko—olahan pisang yang dibungkus daun pisang dan dikukus. Jamuan ini mendapat pujian para tamu yang juga sempat bercerita tentang pengalaman mereka berkunjung ke pulau-pulau indah di sekitar Makassar.

Dalam sesi diskusi serius, Munafri memaparkan program unggulan Makassar di bidang pengelolaan sampah, mulai dari integrasi urban farming hingga pengembangan badan usaha berbasis lingkungan seperti budidaya maggot.

“Kami di Makassar sedang membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir berbasis rumah tangga. Target akhirnya adalah zero waste,” ujar Munafri.

Ia memaparkan, lebih dari separuh dari 1.000–1.500 ton sampah harian Makassar merupakan sampah organik. Fokus pengolahan diarahkan ke sumbernya, sementara sampah non-organik ditangani lewat TPA dan bank sampah.

Tak hanya itu, Makassar juga mendorong daur ulang 100 ton sampah plastik per hari dan mengkaji potensi pengolahan energi berbasis limbah untuk menyuplai listrik lokal.

“Kami ingin Makassar menjadi contoh nyata bahwa sampah bisa diolah menjadi energi, pakan, pupuk, bahkan produk bernilai guna. Ini juga bagian dari dukungan terhadap ekonomi sirkular,” tegasnya.

Munafri menutup pertemuan dengan harapan Makassar dapat menjadi ruang kolaborasi antar daerah untuk menciptakan inovasi berkelanjutan.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA