Menu

Mode Gelap
Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17 Wujudkan Kota Inklusif, Sekda Makassar Dorong Penanganan ODGJ Terpadu

BERANDA

Wali Kota Makassar Tinjau Budidaya Maggot Panakkukang, Ubah Sampah Jadi Sumber Cuan

badge-check


					Wali Kota Makassar Tinjau Budidaya Maggot Panakkukang, Ubah Sampah Jadi Sumber Cuan Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung meninjau lokasi budidaya maggot milik Hj. Sulaiman di Kecamatan Panakkukang, Jumat (8/8/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota untuk mengedukasi warga soal pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.

Budidaya yang dijalankan Hj. Sulaiman memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, yang mampu mengurai sampah organik dalam waktu singkat. Di lokasi, Munafri melihat langsung rak-rak budidaya yang beroperasi di tiga skala:

1. Skala Kelurahan: mengolah 20–25 kg sampah/hari, menghasilkan 25–30 kg maggot.
2. Skala RT: mengolah 7–8 kg sampah/hari, menghasilkan 7–10 kg maggot.
3. Skala Perumahan: mengolah 3–5 kg sampah/hari, menghasilkan 4–5 kg maggot.

Menurut Munafri, inovasi ini bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk bermanfaat. “Maggot ini bisa menjadi pakan ternak dan bahan pupuk kompos. Dampaknya bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tapi juga tambahan penghasilan bagi warga,” ujarnya.

Ia menyebut, budidaya maggot akan menjadi bagian penting dari strategi Pemkot Makassar dalam mengelola sampah organik dan menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Budidaya maggot ini luar biasa. Kami akan terus mendukung agar program ini berjalan optimal, karena sampah organik yang tadinya masalah, kini bisa menjadi peluang ekonomi,” tegasnya.

Munafri berharap program ini dapat menginspirasi warga lain untuk terlibat, sehingga pengelolaan sampah berbasis maggot menjadi budaya baru yang memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi lokal.

Baca Lainnya

Fatma Wahyuddin, Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Lantang Desak Kadisdik Sulsel Cari Solusi Akses SMA di Wilayah Tanpa Sekolah Negeri

12 Mei 2026 - 16:21 WITA

Sekda Makassar Tekankan Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Antikorupsi

11 Mei 2026 - 21:17 WITA

Pemkot Makassar Dapat Restu Kemendagri, Seleksi Direksi PDAM Dilanjutkan Tanpa Ulang Tahapan

11 Mei 2026 - 19:30 WITA

Makassar Menuju Pusat Peradaban Budaya: Dinas Kebudayaan Matangkan Konsep Taman Budaya Lewat FGD Strategis

7 Mei 2026 - 20:24 WITA

Seleksi Ketat di GOR Sudiang, Sulsel Kirim Sinyal Kuat ke Timnas U17

6 Mei 2026 - 09:32 WITA

Trending di BERANDA