MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Peringatan Hari Kartini tahun ini terasa berbeda dan penuh warna. Peserta didik TK RAMA yang terdiri dari Kelompok Bermain, TK A, dan TK B memeriahkan momentum tersebut melalui kunjungan edukatif ke Museum Kota Makassar.
Kegiatan ini berlangsung meriah, dihiasi keceriaan anak-anak yang tampil mengenakan beragam kostum adat nusantara dan profesi, mencerminkan semangat keberagaman sekaligus cita-cita masa depan mereka.
Kunjungan ini didampingi langsung oleh Kepala Yayasan TK RAMA, Sri Wahyuni Malik yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, bersama Kepala Sekolah TK RAMA, Jusmawati. Kehadiran mereka memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan sarat makna edukatif.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Kepala Museum Kota Makassar beserta jajaran yang memberikan apresiasi atas inisiatif TK RAMA dalam mengenalkan sejarah dan budaya lokal sejak usia dini. Bagi mereka, langkah ini menjadi bagian penting dalam menanamkan kecintaan terhadap warisan daerah kepada generasi penerus.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang dipandu oleh edukator museum. Suasana belajar pun terasa menyenangkan anak-anak tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga mendengarkan kisah-kisah sejarah Kota Makassar yang disampaikan secara menarik dan mudah dipahami. Antusiasme terlihat dari wajah-wajah ceria peserta didik yang aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap sesi.
Keceriaan semakin lengkap dengan sesi foto bersama di berbagai sudut museum yang ikonik. Momen ini menjadi kenangan berharga, terlebih dengan kehadiran orang tua siswa yang turut mendampingi, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.
Program ini merupakan bagian dari inovasi layanan edukasi Anjas Ri Museum yang menjadikan museum sebagai ruang belajar yang inklusif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Sejalan dengan itu, TK RAMA terus mengedepankan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang memadukan edukasi dengan eksplorasi langsung di lapangan.
Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya diperkenalkan pada sejarah, tetapi juga ditanamkan rasa cinta terhadap budaya dan identitas daerah sejak dini. Momentum Hari Kartini pun menjadi semakin bermakna bukan sekadar peringatan, tetapi wujud nyata dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan bangga akan budayanya.














