GOWA, CAHAYASULSEL.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional di perbatasan Makassar–Gowa berlangsung penuh semangat melalui aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Pemerhati Buruh Gowa. Aksi ini menjadi wadah penyatuan suara berbagai elemen dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan pekerja.
DPC Pandawa Pattingalloang Gowa turut ambil bagian bersama organisasi lain seperti SAPMA, GMNI, IMM, BARAPI, GPPPP, SAN, Farkes Reformasi, Aliansi Buruh Gowa, Kotimahatidana PP, Kiwal. Kehadiran Pandawa menjadi bagian dari kekuatan kolektif dalam mengawal jalannya aksi agar tetap tertib, terarah, dan kondusif.
Koordinator lapangan DPC Pandawa Pattingalloang Gowa, Rijal Susanto, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap nasib buruh.
“Kami hadir bersama aliansi untuk memastikan suara buruh benar-benar didengar. Ini bukan hanya tentang tuntutan, tapi tentang hak yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perlindungan terhadap buruh harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik perusahaan maupun pemerintah.
Adapun tuntutan yang disuarakan dalam aksi ini meliputi:
1. Mendesak seluruh perusahaan di Kabupaten Gowa dan sekitarnya untuk patuh dan tunduk terhadap seluruh regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
2. Mengultimatum perusahaan yang terbukti melanggar agar segera melakukan perbaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
3. Mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat serta penindakan tegas terhadap perusahaan yang melanggar.
4. Menuntut pemenuhan hak-hak buruh secara menyeluruh, meliputi:
•Upah sesuai standar/UMK
•Jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan)
•Lingkungan kerja yang aman dan layak
•Penolakan terhadap segala bentuk eksploitasi tenaga kerja dan praktik kerja yang tidak manusiawi
Aksi berlangsung dengan aman dan kondusif, mencerminkan semangat solidaritas yang kuat dari seluruh peserta. Kehadiran DPC Pandawa Pattingalloang Gowa bersama aliansi menjadi bukti bahwa perjuangan buruh terus hidup dan akan terus diperjuangkan secara kolektif.
Suara yang digaungkan hari ini menjadi pesan tegas: keadilan bagi buruh bukan pilihan, melainkan keharusan.














