Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Era Appi, Makassar Melonjak 43 Peringkat dan Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

badge-check


					Era Appi, Makassar Melonjak 43 Peringkat dan Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Kota Makassar mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Makassar berhasil keluar dari zona merah intoleransi dan masuk dalam jajaran 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.

Capaian tersebut berdasarkan penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) yang dirilis SETARA Institute pada 2026. Makassar mencatat lompatan signifikan dengan naik 43 peringkat, dari posisi ke-52 pada IKT 2024 menjadi peringkat ke-9 nasional.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi menjaga kerukunan dan keberagaman di Kota Daeng.

“Pemerintah Kota Makassar mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan bahwa kota ini adalah kota yang inklusif, sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah,” ujar Appi, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Makassar dalam merawat harmoni di tengah keberagaman.

“Toleransi bukan sekadar slogan, tetapi harus hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Penilaian IKT sendiri mencakup berbagai indikator, mulai dari regulasi yang mendukung kebebasan beragama, kebijakan pemerintah daerah, hingga praktik sosial masyarakat dalam menjaga toleransi dan inklusivitas.

Bagi Appi, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Makassar mampu menghadirkan ruang hidup yang aman, setara, dan saling menghargai bagi seluruh warganya. Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri.

“Ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas toleransi di Kota Makassar. Ketika semua pihak peduli dan bekerja bersama, kehidupan yang harmonis dapat terwujud,” tegasnya.

Pemerintah Kota Makassar, lanjut Appi, akan terus memperkuat berbagai program yang mendukung keberagaman, mulai dari penguatan kebijakan yang inklusif, fasilitasi dialog antarumat beragama, hingga pendekatan persuasif dalam mencegah potensi konflik sosial.

Dengan capaian tersebut, Makassar diharapkan menjadi salah satu role model nasional dalam membangun kota yang toleran, inklusif, dan berkeadilan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. (*)

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA