Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Dampingi Wali Kota Tinjau SPMB 2026, Kabid SMP Pastikan Verifikasi Dipercepat dan Transparan

badge-check


					Dampingi Wali Kota Tinjau SPMB 2026, Kabid SMP Pastikan Verifikasi Dipercepat dan Transparan Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Dinas Pendidikan Kota Makassar terus mengintensifkan berbagai langkah percepatan untuk memastikan proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 berlangsung lancar, transparan, dan selesai sesuai jadwal.

Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kepala Bidang SMP, Andi Akhmad Muhajir Arif, mendampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan verifikasi SPMB di sejumlah sekolah, Rabu (17/6/2026).

Peninjauan diawali di UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd. Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar di Jalan Baji Gau, Kecamatan Mamajang, yang disambut Kepala Sekolah Drs. Kaswadi.

Andi Akhmad Muhajir Arif mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan proses verifikasi di kedua sekolah berjalan efektif dan terkendali. Meski demikian, sejumlah sekolah favorit dengan jumlah pendaftar yang tinggi masih menghadapi tantangan dalam percepatan verifikasi.

“Alhamdulillah, kami bersama tim IT Dinas Kominfo telah menyiapkan solusi dengan menambah personel teknis verifikator sehingga proses pemeriksaan berkas dapat berlangsung lebih cepat, khususnya di sekolah-sekolah dengan jumlah pendaftar yang sangat besar seperti SMP Negeri 3, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 8 Makassar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus di SMP Negeri 3 Makassar, pihak sekolah dinilai sigap mengantisipasi berbagai kendala sehingga progres verifikasi berjalan normal dan sesuai target.

“SMP Negeri 3 cukup antisipatif dalam memberikan solusi. Persentase penyelesaian verifikasi berjalan normal. Ini menunjukkan kinerja tim verifikator yang bekerja cepat dan optimal,” katanya.

Selain melakukan pemantauan langsung ke sekolah, Dinas Pendidikan Kota Makassar juga terus mengoptimalkan layanan helpdesk untuk menerima laporan dan aduan masyarakat terkait pelaksanaan SPMB 2026. Seluruh masukan yang diterima menjadi bahan evaluasi guna memastikan proses penerimaan peserta didik baru berlangsung transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Muhajir menegaskan, fokus Dinas Pendidikan saat ini adalah menuntaskan seluruh proses verifikasi sebelum pengumuman hasil seleksi pada 18 Juni 2026. Karena itu, 17 Juni menjadi hari terakhir bagi seluruh tim verifikator melakukan pemeriksaan dan validasi dokumen pendaftar.

“Kami terus mengingatkan seluruh kepala sekolah agar segera melaporkan setiap kendala yang dihadapi. Dinas Pendidikan telah menyiapkan helpdesk yang siap memberikan pendampingan dan menyelesaikan berbagai persoalan teknis maupun administrasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu dengan meminta imbalan.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB Kota Makassar 2026 bebas dari praktik percaloan maupun titip-menitip.

“Jangan percaya calo. Jika ada yang ingin ditanyakan, datang langsung ke sekolah atau manfaatkan kanal pengaduan yang telah disiapkan. Semua proses dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan,” tegas Munafri.

Menurutnya, prinsip utama dalam pelaksanaan SPMB adalah keadilan sehingga seluruh calon peserta didik memperoleh hak yang sama tanpa adanya perlakuan istimewa.

“Jangan sampai ada siswa yang seharusnya berhak diterima justru tersingkir karena adanya kedekatan tertentu. Hal seperti itu tidak boleh terjadi. Kita ingin memastikan keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA