MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Dinas Pendidikan Kota Makassar memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur non-domisili telah berlangsung sukses, tepat waktu, dan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berbasis sistem daring guna menjamin pelayanan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pengumuman hasil seleksi jalur non-domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP telah diumumkan pada Kamis (18/6/2026). Proses pendaftaran hingga seleksi berjalan lancar dengan dukungan sistem yang telah dipersiapkan sejak awal.
“Alhamdulillah, secara umum seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal. Masyarakat juga telah mengikuti proses yang kami siapkan dengan baik sehingga pelaksanaan SPMB tahap pertama berlangsung tertib, lancar, dan transparan,” ujar Achi, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap registrasi akun, sekitar 50 persen calon peserta didik telah melakukan pendaftaran lebih awal, sementara sisanya mendaftar secara bertahap hingga penutupan registrasi.
Hasil seleksi dapat diakses secara daring melalui akun masing-masing peserta pada laman resmi SPMB. Status kelulusan diumumkan berdasarkan jalur afirmasi, mutasi, maupun prestasi sehingga seluruh proses dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
Achi menambahkan, apabila kuota pada jalur afirmasi maupun mutasi tidak terpenuhi, maka sisa kuota secara otomatis akan dialihkan ke jalur domisili sehingga memberikan kesempatan yang lebih besar bagi peserta yang mendaftar melalui jalur tersebut.
“Jika masih terdapat kuota yang kosong pada jalur afirmasi atau mutasi, maka akan dialihkan ke jalur domisili agar daya tampung sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos pada jalur non-domisili, diwajibkan melakukan pendaftaran ulang, verifikasi, dan validasi pada 19–21 Juni 2026 sebagai syarat untuk melanjutkan proses penerimaan.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan Kota Makassar akan membuka jalur domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP pada 22–26 Juni 2026. Jalur ini diperkirakan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak.
Mengantisipasi tingginya animo masyarakat, Disdik Makassar telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari pembagian tahapan pendaftaran berdasarkan jenjang pendidikan hingga penguatan kapasitas sistem agar akses layanan tetap berjalan optimal.
“Kami sengaja membuka jalur non-domisili lebih dahulu untuk mengurangi potensi kepadatan. Setelah itu baru jalur domisili dibuka sehingga proses pendaftaran dapat berlangsung lebih tertib,” kata Achi.
Ia menjelaskan, mekanisme pendaftaran akan dibedakan antara jenjang PAUD, SD, dan SMP agar beban sistem dapat terdistribusi dengan baik.
“Dengan sistem yang telah kami siapkan, kami optimistis pelaksanaan jalur domisili dapat berjalan lancar dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Achi juga mengimbau para orang tua agar memastikan dokumen kependudukan, khususnya Kartu Keluarga, telah sesuai karena menjadi syarat utama dalam seleksi jalur domisili. Sistem akan menggunakan titik koordinat alamat pada Kartu Keluarga untuk menghitung jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan secara objektif.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Makassar juga telah menyiapkan skema penyaluran peserta didik ke sejumlah sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah apabila daya tampung sekolah negeri telah terpenuhi.
“Sekolah-sekolah swasta mitra pemerintah juga telah siap menerima peserta didik tanpa membebankan biaya kepada orang tua. Dengan demikian, seluruh anak di Kota Makassar tetap memperoleh akses pendidikan yang berkualitas,” pungkas Achi.














