MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern dan ramah lingkungan terus diperkuat. Salah satunya melalui pembahasan dokumen kerja sama proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan yang digelar bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Dalam forum tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Andi Asminullah, menghadiri Rapat Expose Dokumen Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Makassar dan PT Sarana Utama Synergy (SUS) yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Jalan Amanagappa No. 15, Selasa (23/6/2026).
Rapat expose tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses kerja sama strategis berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola pemerintahan yang baik sebelum proyek memasuki tahap implementasi.
Dalam pembahasannya, berbagai aspek administrasi, legalitas, hingga substansi perjanjian kerja sama dikaji secara komprehensif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik memiliki landasan hukum yang kuat sekaligus mampu memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.
Kehadiran Kejaksaan sebagai pendamping hukum menunjukkan komitmen pemerintah dalam menerapkan prinsip good governance, sehingga setiap tahapan pelaksanaan proyek dapat berlangsung secara profesional, transparan, dan bebas dari potensi permasalahan hukum.
Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, menegaskan bahwa proyek strategis tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi bagi daerah.
“Pengelolaan sampah berbasis teknologi merupakan langkah maju dalam mewujudkan Makassar sebagai kota modern yang peduli terhadap lingkungan. Sinergi antarinstansi dan kepastian hukum menjadi fondasi penting agar proyek ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Proyek Waste to Energy ini diharapkan mampu menjadi solusi inovatif dalam mengurangi volume sampah yang terus meningkat, sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan, proyek ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan persampahan dan mendukung target pembangunan berkelanjutan Kota Makassar.
Partisipasi Bapenda Kota Makassar dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program strategis Pemerintah Kota Makassar yang berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan mitra swasta, diharapkan proyek ini mampu menjadi salah satu tonggak transformasi pengelolaan lingkungan menuju Makassar yang lebih hijau, tangguh, dan berdaya saing.














