Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Wastra dan Kriya, Appi-Melinda Perkuat UMKM Berbasis Budaya

badge-check


					Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Wastra dan Kriya, Appi-Melinda Perkuat UMKM Berbasis Budaya Perbesar

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mengembangkan UMKM sekaligus melestarikan wastra dan kriya lokal mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas dedikasi dalam mengembangkan sektor wastra dan kriya sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis budaya.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian bersama Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Suswati Tito Karnavian pada penutupan HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK ke-54 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Minggu (12/7/2026).

Munafri mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Makassar untuk semakin mengembangkan motif khas lokal agar mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Itu bagian dari bagaimana kita terus memaksimalkan penggunaan motif-motif lokal untuk memastikan bahwa produk lokal kita tidak kalah bersaing dengan motif dari daerah lain,” tuturnya.

Menurut Appi, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah terbatasnya jumlah perajin dan pembatik di Makassar. Karena itu, pengembangan motif dan peningkatan kapasitas produksi akan terus didorong.

“Ini yang harus kita maksimalkan, terutama para produk pembatik. Kita memang belum punya banyak pembatik, sehingga motif-motif lokal itu masih perlu terus dikembangkan dengan lebih baik lagi,” jelasnya.

Pemkot Makassar juga mendorong masyarakat menggunakan produk wastra khas daerah, termasuk Batik Lontara. Untuk memperluas pemanfaatannya, pemerintah akan memperkuat akses pemasaran dan memastikan produk tersedia dengan pilihan kualitas serta harga yang beragam.

“Nah, ini yang akan kita pastikan ke depan, tempat pembeliannya harus mudah diakses dan produknya tersedia dengan berbagai pilihan kualitas maupun harga sehingga semua masyarakat bisa mendapatkannya,” ungkap Munafri.

Ia menegaskan keikutsertaan Makassar dalam HUT Dekranas dan HKG PKK bukan sekadar memamerkan produk unggulan. Momentum tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan perajin, pelestarian budaya dan penggerak ekonomi daerah.

“Ini adalah hasil karya para pengrajin yang ada. Kita ingin memastikan bahwa di Kota Makassar ada pemberdayaan terhadap para pengrajin sekaligus upaya melestarikan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Selain mendorong sektor kerajinan, Munafri menilai event nasional seperti HUT Dekranas memberikan dampak luas terhadap perekonomian Makassar. Ribuan tamu dari berbagai daerah ikut menggerakkan perhotelan, restoran, pusat oleh-oleh, transportasi hingga usaha rental kendaraan.

“Dengan hadirnya kegiatan ini, ekonomi di Kota Makassar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Dampaknya sangat terasa. Hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil dan berbagai sektor lainnya ikut bergerak karena hadirnya ribuan tamu di Kota Makassar,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga mengakui dampak ekonomi tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan HUT Dekranas di Makassar mendorong aktivitas berbagai sektor usaha, mulai dari transportasi hingga UMKM.

“Sektor transportasi udara pasti bergerak. Bayangkan seluruh Indonesia datang ke sini. Maskapai-maskapai harusnya berterima kasih dengan adanya acara ini,” kata Tito.

Ia bahkan menyebut tingginya permintaan transportasi lokal membuat kendaraan sewaan sulit diperoleh selama kegiatan berlangsung. Kondisi serupa terjadi di sektor perhotelan dengan tingginya tingkat hunian.

“Saya menginap di Hotel Claro. Saya tanya manajernya, penuh. Saya yakin hotel-hotel yang lain juga begitu,” ungkapnya.

Namun, Tito menegaskan manfaat terbesar kegiatan Dekranas bukan hanya dari transaksi ekonomi selama acara, tetapi bagaimana momentum tersebut mampu mengangkat kerajinan Indonesia agar semakin dikenal di pasar global.

“Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia,” katanya.

Tito menyebut potensi industri kerajinan dunia mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun. Indonesia, kata dia, memiliki modal besar melalui keberagaman budaya, suku dan sumber daya alam yang melahirkan berbagai produk kerajinan khas daerah.

“Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing karena kita memiliki begitu banyak suku, budaya, dan sumber daya alam yang berbeda-beda,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan kualitas, inovasi dan pemanfaatan bahan baku lokal agar produk kerajinan Indonesia semakin kompetitif serta mampu memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi kreatif dunia.

“Kita berharap juga memperkuat posisi Indonesia di pasar ekonomi kreatif dunia,” tutup mantan Kapolri itu. (*)

Hadir pula Kepala Diskominfo Kota Makassar Dr. Muhammad Roem dan Kepala Bidang Humas, Informatika, dan Komunikasi Publik Diskominfo Makassar, Abdullah.

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA