Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu Semarak Final Street Football APPI Mariso, Sulyadi Abbas Dorong Pemuda Makassar Terus Bergerak

BERANDA

Mahasiswa Psikologi UNM Gelar Pelatihan PFA Bersama UPT PPA Sulsel: Meningkatkan Layanan untuk Korban Kekerasan

badge-check


					Mahasiswa Program BKP Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar menggelar Pelatihan Psychological First Aid (PFA).(Dok.ist) Perbesar

Mahasiswa Program BKP Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar menggelar Pelatihan Psychological First Aid (PFA).(Dok.ist)

MAKASSAR.CAHAYASULSEL.COM – Dalam upaya memperkuat layanan perlindungan bagi perempuan dan anak korban kekerasan, mahasiswa dari Program BKP (Bentuk Kegiatan Pembelajaran) Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Psychological First Aid (PFA). Kegiatan ini berlangsung di Kantor UPT PPA Sulsel yang berlokasi di Jl. Hertasning VI, Kota Makassar.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para petugas layanan dengan kemampuan memberikan pertolongan psikologis awal secara cepat dan tepat kepada korban kekerasan. Ketua tim BKP Proyek Kemanusiaan, Dhella Amelia Ruslan, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas emosional dan profesional para petugas layanan.

“Tujuan kami adalah meningkatkan kapasitas petugas layanan dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada perempuan dan anak yang mengalami kekerasan,” ungkap Dhella.

Sebanyak 10 peserta yang terdiri dari konselor, pekerja sosial, dan staf pendukung mengikuti pelatihan ini. Proses pelatihan berlangsung dalam lima tahapan utama, dimulai dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta. Selanjutnya, peserta dibekali dengan materi mendalam tentang konsep, prinsip, dan teknik dasar PFA yang menekankan tiga elemen kunci: lihat, dengar, dan hubungkan.

“Setelah pemaparan materi, peserta terlibat dalam simulasi kasus dan roleplay yang dibagi dalam dua kelompok. Simulasi ini penting untuk memperkuat keterampilan praktis peserta, dan setiap sesi ditutup dengan umpan balik langsung dari psikolog,” jelas Nur Nita Sari, anggota tim BKP.

Nurfhatin, anggota tim lainnya, menambahkan bahwa pelatihan ditutup dengan post-test sebagai bentuk evaluasi atas pemahaman dan keterampilan yang telah didapatkan peserta.

Respons positif pun mengalir dari para peserta. Salah satu staf layanan UPT PPA mengungkapkan, “Pelatihan ini sangat membantu kami memahami cara memberikan respons pertama yang empatik dan tepat kepada korban.”

Melalui pelatihan ini, diharapkan petugas layanan memiliki kesiapan emosional dan kompetensi yang lebih matang dalam menghadapi situasi krisis. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wadah implementasi ilmu psikologi dalam konteks nyata, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak di Sulawesi Selatan.

Ke depan, hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam praktik keseharian di UPT PPA, sehingga layanan menjadi lebih responsif dan ramah terhadap kondisi psikologis korban kekerasan.**(Bars)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Riset Genetika, SPs Unhas Gandeng Pakar University of Antwerp Latih Peneliti Muda

20 Oktober 2026 - 09:30 WITA

Dikawal 24 Ketua DPC, Appi Pertegas Langkah Menuju Kursi Ketua Demokrat Sulsel

18 Oktober 2026 - 19:44 WITA

Dari TEBA hingga Budidaya Maggot, DWP Kota Makassar Gencarkan Gerakan Hijau di Kecamatan Tamalate

14 Oktober 2026 - 16:33 WITA

Fatma Wahyuddin Dampingi Munafri Arifuddin Bergabung dengan Demokrat, Bawa Semangat Baru untuk Pengabdian

8 Oktober 2026 - 17:10 WITA

Setahun Menjabat, Appi Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

5 Oktober 2026 - 21:21 WITA

Trending di BERANDA