Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Makassar Raih Penghargaan Nasional Wajib Belajar 13 Tahun, Bukti Komitmen Cegah Anak Putus Sekolah

badge-check


					Makassar Raih Penghargaan Nasional Wajib Belajar 13 Tahun, Bukti Komitmen Cegah Anak Putus Sekolah Perbesar

JAKARTA, CAHAYASULSEL.COM — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar meraih Penghargaan Apresiasi Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Atip Latipulhayat, di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pendidikan di Kota Makassar.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk para guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh peserta didik di Kota Makassar. Ini adalah hasil kerja keras bersama,” ujarnya.

Menurut Appi, program Wajib Belajar 13 Tahun bukan sekadar menjalankan regulasi, tetapi menjadi langkah nyata memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan tidak ada lagi yang putus sekolah.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Makassar yang kehilangan akses pendidikan. Semua anak harus sekolah dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Makassar telah membentuk Tim Relawan Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS), memberikan insentif bagi guru di wilayah kepulauan, serta menggandeng sektor swasta melalui program CSR untuk mendukung fasilitas pendidikan.

Selain itu, Pemkot juga menjalin kerja sama dengan sekolah swasta agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap bisa melanjutkan pendidikan melalui dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

“Ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang dapat diakses seluruh anak di Kota Makassar demi menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing,” katanya. (*)

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA