Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci Pembangunan Kota

badge-check


					Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci Pembangunan Kota Perbesar

MEDAN, CAHAYASULSEL.COM — Kota Makassar mendapat perhatian dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026) malam.

Dalam forum tersebut, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tercatat mencapai Rp194,67 miliar. Capaian itu menjadi salah satu yang disoroti Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat membuka Rakernas.

Bima Arya mengajak seluruh pemerintah kota di Indonesia terus melahirkan inovasi dan meninggalkan pola pembangunan yang sepenuhnya bergantung pada cara-cara konvensional.

Menurutnya, pemerintah kota memiliki peran penting sebagai motor transformasi pembangunan nasional melalui inovasi pelayanan publik sekaligus penguatan kapasitas fiskal daerah.

“Hari ini saya melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota saat ini menjadi transformer, menjadi survivor dengan berbagai macam inisiatif kepemimpinan,” ujar Bima Arya.

Ia menilai pemerintah daerah tidak perlu selalu mencari contoh pembangunan hingga ke luar negeri. Berbagai inovasi terbaik justru telah lahir dari pemerintah kota di Indonesia sesuai kebutuhan masyarakat masing-masing.

Bima juga mendorong pemerintah kota mengembangkan sumber pendanaan alternatif, salah satunya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sehingga pembangunan infrastruktur tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Selain penguatan fiskal, ia menekankan pentingnya city branding sebagai strategi meningkatkan daya saing daerah.

“Branding bukan hanya pencitraan. Branding yang baik adalah citra hari ini, cerita masa lalu, dan cita-cita masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan Rakernas APEKSI menjadi momentum penting bagi pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi, bertukar praktik terbaik serta menyelaraskan kebijakan pembangunan perkotaan.

Menurut Munafri, forum tersebut tidak sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang bersama untuk merumuskan pembangunan kota yang adaptif, inovatif, inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui forum Rakernas APEKSI, berbagai isu strategis perkotaan dibahas bersama, mulai dari peningkatan pelayanan publik, penguatan ketahanan kota, transformasi digital pemerintahan, pengembangan ekonomi daerah, hingga penguatan kolaborasi antarwilayah dalam mendukung program pembangunan nasional,” ujar Appi. (*)

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA