MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM — Semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan terus ditunjukkan warga Kompleks Perumahan Residen Alauddin Mas, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Warga menggelar lomba kebersihan antar-Rukun Tetangga (RT) sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun budaya hidup bersih melalui semangat gotong royong.
Kegiatan tersebut dinilai selaras dengan program Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata. Lomba ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan mengelola lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Sebanyak tiga RT di lingkungan Kompleks Residen Alauddin Mas ikut berkompetisi. Masing-masing RT menampilkan berbagai inovasi dan upaya dalam menjaga kebersihan, menata lingkungan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
Turut hadir Lurah Mangasa, Muhammad Nurdiyansyah, S.IP, didampingi Plt. Kasi Kebersihan Kelurahan Mangasa, As’ad Asyhadi Ichsan, S.STP. Keduanya juga dipercaya sebagai tim juri dalam lomba kebersihan antar-RT tersebut.
Penilaian dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, mulai dari kebersihan lingkungan, kerapian, penghijauan, kreativitas warga, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Lurah Mangasa, Muhammad Nurdiyansyah, mengapresiasi inisiatif warga Kompleks Residen Alauddin Mas yang mampu menggerakkan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan warga Residen Alauddin Mas ini. Lomba kebersihan bukan hanya soal mencari RT yang paling bersih, tetapi bagaimana membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama,” ujar Muhammad Nurdiyansyah.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Makassar dalam membangun lingkungan yang bersih dan nyaman dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting. Kalau kesadaran ini tumbuh dari tingkat RT, kemudian bergerak ke RW dan kelurahan, tentu dampaknya akan sangat besar bagi Kota Makassar,” lanjutnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti hanya pada saat lomba berlangsung, tetapi dapat menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap setelah lomba ini selesai, semangat menjaga kebersihan tetap berjalan. Justru yang paling penting adalah bagaimana kebersihan ini menjadi kebiasaan, bukan hanya karena ada penilaian atau perlombaan,” katanya.
Muhammad Nurdiyansyah juga menilai kegiatan yang digagas warga tersebut berpotensi menjadi role model bagi lingkungan lainnya.
“Apa yang dilakukan warga Residen Alauddin Mas ini bisa menjadi role model bagi RT dan lingkungan lainnya. Artinya, masyarakat bisa mengambil inisiatif sendiri, bergotong royong, kemudian berkolaborasi dengan pemerintah kelurahan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Kebersihan Antar-RT, H. Ilham Nurdin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan warga.
“Kami selalu berkolaborasi bersama RW dan RT dalam setiap kegiatan. Lomba ini kami harapkan bukan sekadar mencari juara, tetapi bagaimana kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kebersihan terus berjalan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menginspirasi lingkungan lainnya,” ujar H. Ilham Nurdin.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga. Masing-masing RT berupaya memberikan yang terbaik melalui kerja bakti, pembersihan fasilitas umum, penataan lingkungan, penghijauan, serta berbagai inovasi untuk memperindah kawasan perumahan.
Sementara itu, Ketua RW 011 Kompleks Residen Alauddin Mas, Darwis Said, mengatakan lomba kebersihan antar-RT menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mendorong warga semakin peduli terhadap pengelolaan lingkungan.
“Lomba ini menjadi momentum bagi tiga RT untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan. Di RW 011, kami terus mendukung program pemerintah, terutama pemilahan sampah dan urban farming. Untuk pengelolaan maggot, saat ini masih dalam proses pengembangan dan kami berharap ke depannya dapat berjalan dengan baik,” ujar Darwis Said.
Menurutnya, berbagai upaya tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya memberikan dampak terhadap kebersihan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
“Kami berharap semangat dari lomba ini terus berlanjut. Bukan hanya saat ada penilaian, tetapi menjadi budaya warga untuk menjaga kebersihan dan bersama-sama mengelola lingkungan dengan lebih baik,” tambahnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut memperlihatkan adanya kolaborasi antara masyarakat, RT, RW, dan pemerintah kelurahan dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Dengan adanya pemilahan sampah, urban farming, serta rencana pengembangan pengelolaan maggot yang masih dalam proses, Kompleks Residen Alauddin Mas menunjukkan bahwa gerakan menjaga lingkungan dapat dimulai dari tingkat RT dan RW.














