Menu

Mode Gelap
Auditor KONI Klarifikasi Polemik Dana Hibah, Tegaskan Pengelolaan Sesuai Aturan Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital, Bapenda Makassar Matangkan Strategi Optimalisasi PAD Lewat Rapat Koordinasi Sinergi Dukung Program Wali Kota, DWP Kota Makassar Gelorakan Gerakan Peduli Lingkungan di DWP Unit Dinas Tata Ruang Fatma Wahyuddin Soroti Ribuan Siswa Tak Terakomodir, Desak Disdik Sulsel Transparan Soal Kuota SPMB Bapenda Makassar Pacu Transformasi Digital, Perkuat TP2DD untuk Tingkatkan PAD dan Wujudkan Layanan Publik Modern Bapenda Makassar Hadirkan Layanan Pajak Terintegrasi, Pamungkas Masuk Ekosistem Lontara Plus

BERANDA

Anggota DPRD Bulukumba Kunjungi Pasar Sentral, Tinjau Pembangunan dan Mendengar Keluhan Pedagang

badge-check


					Anggota DPRD Bulukumba saat mengunjungi Pasar Sentral. (dok.ist) Perbesar

Anggota DPRD Bulukumba saat mengunjungi Pasar Sentral. (dok.ist)

BULUKUMBA.CAHAYASULSEL.COM – Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba mengunjungi Pasar Sentral untuk meninjau perkembangan kegiatan pasar dan berbincang dengan pedagang. Kunjungan ini turut didampingi oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba, sebagai tindak lanjut dari sejumlah aduan yang diterima oleh anggota dewan terkait kondisi pasar. (Kamis, 13/02/2025)

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bulukumba, H. Muhdar Reha, dari Fraksi PKB, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pembangunan Pasar Sentral yang hampir rampung, serta mendengarkan langsung keluhan dari pedagang. “Hari ini, saya bersama teman-teman dari Komisi II dan sejumlah Anggota DPRD lainnya mengunjungi Pasar Sentral untuk melihat perkembangan pembangunan pasar yang hampir selesai, sekaligus berbincang dengan pedagang mengenai sejumlah keluhan yang kami terima,” ungkap Muhdar.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Drs. H. Syarifuddin, memberikan masukan mengenai pengelolaan jadwal pasar untuk menjaga kelancaran aktivitas pedagang. “Masukan kami adalah agar jadwal para pedagang dibagi dengan baik setiap pekannya, agar pasar tetap ramai. Kami juga menyarankan agar seluruh pedagang dipusatkan di dalam pasar, sehingga tidak ada lagi yang berjualan di luar area pasar,” kata Syarifuddin.

Salah satu pedagang ikan, Amrullah, mengungkapkan keluhannya mengenai kebijakan retribusi yang dikenakan dua kali dalam sehari. “Kami berharap retribusi bisa diterapkan hanya satu kali dalam sehari. Seharusnya, tarif retribusi yang kami bayar cukup Rp10.000, yang berlaku dari pagi hingga malam,” ujar Amrullah.

Menyikapi keluhan tersebut, H. Muhdar Reha menyatakan bahwa masalah terkait retribusi dan bongkar muat akan dibicarakan lebih lanjut bersama dinas terkait untuk mencari solusi terbaik bagi para pedagang. “Kami akan berdiskusi dengan dinas terkait untuk mencari solusi atas persoalan ini, agar bisa memberikan kemudahan bagi pedagang,” kata Muhdar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Auditor KONI Klarifikasi Polemik Dana Hibah, Tegaskan Pengelolaan Sesuai Aturan

19 Juli 2026 - 21:52 WITA

Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital, Bapenda Makassar Matangkan Strategi Optimalisasi PAD Lewat Rapat Koordinasi

15 Juli 2026 - 14:12 WITA

Sinergi Dukung Program Wali Kota, DWP Kota Makassar Gelorakan Gerakan Peduli Lingkungan di DWP Unit Dinas Tata Ruang

15 Juli 2026 - 11:03 WITA

Fatma Wahyuddin Soroti Ribuan Siswa Tak Terakomodir, Desak Disdik Sulsel Transparan Soal Kuota SPMB

15 Juli 2026 - 08:09 WITA

Bapenda Makassar Pacu Transformasi Digital, Perkuat TP2DD untuk Tingkatkan PAD dan Wujudkan Layanan Publik Modern

13 Juli 2026 - 17:19 WITA

Trending di BERANDA