Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

DPRD Makassar Soroti Perjanjian Pengelolaan Pasar Sentral yang Dinilai Merugikan Pemkot dan Pedagang

badge-check


					Anggota Komisi B, Basdir. (dok.ist) Perbesar

Anggota Komisi B, Basdir. (dok.ist)

MAKASSAR.CAHAYASULSEL.COM – Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, mengkritik addendum perjanjian kerja sama pengelolaan Pasar Sentral dengan PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) yang dinilainya tidak transparan dan merugikan Pemerintah Kota Makassar serta pedagang kecil.

Menurut Basdir, perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 2017 dilakukan tanpa keterbukaan dan tanpa sepengetahuan Wali Kota saat itu. Padahal, seharusnya ada keterlibatan semua pihak sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

“Dulu perjanjiannya dibuat begitu saja tanpa transparansi. Ini jadi pertanyaan besar. Prosesnya tidak melibatkan semua pihak yang seharusnya ikut serta dalam pengambilan keputusan,” tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pasar Sentral, Selasa (25/03/2025).

Selain itu, Basdir menyoroti pemindahan paksa pedagang ke dalam Pasar Sentral meskipun kapasitas pasar yang ada tidak memadai. Politisi PKB ini menjelaskan bahwa luas pasar hanya sekitar 120 x 100 meter, sementara jumlah kios yang awalnya 700 unit dalam SK 91 bertambah menjadi 900 unit, namun hingga kini sebagian besar kios tersebut masih kosong.

“Ada kios yang ukurannya cuma 1×1 meter, seukuran WC. Ada juga yang hanya 2×2 atau 2×3 meter. Kalau saya dipaksa pun, tidak mungkin mau jualan di tempat sesempit itu,” ujarnya.

Basdir juga menyoroti soal setoran parkir yang dinilai tidak wajar. Ia mencatat bahwa setoran parkir di pasar lain bisa mencapai Rp15 juta per bulan, namun dalam dua tahun terakhir, setoran dari Pasar Sentral hanya sebesar Rp2 juta per bulan.

“Ini aneh. Harusnya ada setoran harian yang jelas. Kalau cuma Rp2 juta per bulan, jelas ini merugikan pemerintah kota. Padahal kita juga ingin berdayakan anak-anak yang bekerja sebagai juru parkir,” tegasnya.

Ia juga mengkhawatirkan nasib pedagang kecil di sekitar Pasar Sentral yang terdampak kebijakan pengelolaan pasar tersebut.

“Kasihan mereka. Pasar yang dulu strategis, sekarang jadi begini. Kalau ini terus berlanjut, siapa yang akan bertanggung jawab?” ungkapnya.

Basdir mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk segera mengevaluasi perjanjian tersebut agar pengelolaan Pasar Sentral lebih berpihak pada kepentingan pedagang kecil, dan tidak hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu yang tidak transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA