Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi Munafri Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Bebas Rokok, Lindungi Generasi Muda dari Paparan Nikotin

BERANDA

Atasi Kelangkaan Pupuk, Bupati Bantaeng Siapkan Skema Subsidi Mandiri

badge-check


					Uji Nurdin saat turun langsung meninjau kelangkaan pupuk. (dok.ist) Perbesar

Uji Nurdin saat turun langsung meninjau kelangkaan pupuk. (dok.ist)

BANTAENG.CAHAYASULSEL.COM – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi kinerja para pengecer pupuk yang dianggap tidak maksimal dalam mendistribusikan pupuk kepada petani. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Dialog Tani dan Panen Raya Padi bersama Wakil Bupati, H. Sahabuddin, yang berlangsung di Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, pada Jumat, 18 April 2025.

Dalam dialog tersebut, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin itu menerima langsung berbagai keluhan dari para petani, salah satunya terkait kelangkaan pupuk yang masih menjadi persoalan klasik dan belum terselesaikan secara menyeluruh.

“Petani adalah bagian dari program prioritas, bukan hanya prioritas daerah tetapi juga prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Jadi, pengecer pupuk tidak bisa main-main dalam bekerja. Kalau ada yang tidak maksimal, tentu akan kami evaluasi,” tegas Uji Nurdin.

Bupati termuda di Sulawesi Selatan ini menjadikan persoalan pupuk sebagai salah satu fokus utama dalam program Petani Bangkit. Menurutnya, kelangkaan pupuk adalah masalah yang telah berlangsung sejak lama dan menjadi hambatan utama bagi produktivitas petani di Bantaeng.

Lebih lanjut, Uji Nurdin mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menyiapkan skema khusus untuk mengatasi kelangkaan pupuk, termasuk melalui pengalokasian anggaran untuk pembelian pupuk non-subsidi yang nantinya bisa ditebus sebagai pupuk bersubsidi oleh para petani.

“Kita tidak hanya menunggu bantuan pusat, tetapi juga bergerak melalui dukungan APBD untuk menjawab kebutuhan mendesak para petani,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong tercapainya swasembada pangan di Bantaeng, sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan

9 Juni 2026 - 12:00 WITA

Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN

9 Juni 2026 - 11:53 WITA

Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill

8 Juni 2026 - 09:51 WITA

SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran

7 Juni 2026 - 20:42 WITA

PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi

7 Juni 2026 - 18:32 WITA

Trending di BERANDA