Menu

Mode Gelap
Melalui Penyerahan SK, DWP Makassar Perkokoh Tata Kelola Organisasi Tutup Reses Kedua 2026 di Malimongan Tua, Fatma Wahyuddin Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Hingga Tuntas Di Parangtambung, Fatma Wahyuddin Dengarkan Harapan Warga dengan Hati Awali Reses 2026 di Pa’baeng-Baeng, Fatma Wahyuddin Tegaskan: Setiap Aspirasi adalah Amanah Sekda Makassar Terima Bupati Sarolangun, Tukar Strategi Dongkrak PAD dan Perkuat Disiplin ASN Pengawasan APBD 2026, Fatma Wahyuddin Pastikan Program Tepat Sasaran

BERANDA

Peringati Hari Otoda, Bupati Bantaeng Uji Nurdin Soroti 8 Poin Penting Menuju Indonesia Emas

badge-check


					Peringatan Hari OTODA Ke-29. (dok.ist) Perbesar

Peringatan Hari OTODA Ke-29. (dok.ist)

BANTAENG.CAHAYASULSEL.COM — Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 yang digelar di halaman Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (25/4/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng yang akrab disapa Uji Nurdin itu menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menyongsong masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati termuda di Sulawesi Selatan ini menguraikan delapan poin strategis yang perlu menjadi perhatian bersama untuk memastikan keselarasan gerak langkah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Salah satu poin tersebut adalah upaya mewujudkan swasembada pangan. Uji menekankan pentingnya penguatan regulasi, dukungan anggaran, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki akses distribusi dan pemasaran hasil pertanian, serta optimalisasi lahan pertanian yang ada.

Dalam hal pengelolaan sumber daya air, Uji Nurdin mendorong peningkatan infrastruktur, pengembangan inovasi teknologi, penegakan hukum yang konsisten, serta penyusunan perangkat kebijakan yang relevan.

Selain itu, Uji juga menekankan pentingnya pengembangan kewirausahaan untuk membuka lebih banyak lapangan kerja. Hal ini dapat dilakukan melalui kemudahan memulai usaha, perluasan akses permodalan, pengembangan ekonomi desa dan sektor informal, peningkatan investasi dan industri padat karya, pelatihan keterampilan, serta pembentukan inkubator bisnis di kampus-kampus dan daerah. Dukungan terhadap UMKM dan koperasi, serta kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi juga menjadi bagian dari strategi ini.

Dalam bidang kesehatan, Uji menyampaikan pentingnya upaya bersama untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau. Ia mendorong penguatan sistem rujukan dan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, digitalisasi layanan kesehatan, serta penguatan program jaminan kesehatan nasional. Tak lupa, ia menekankan pentingnya program pencegahan dan promosi kesehatan, penyediaan obat dan alat kesehatan, serta penanganan stunting dan gizi buruk.

“Kita perlu bersinergi untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang kita miliki demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melalui Penyerahan SK, DWP Makassar Perkokoh Tata Kelola Organisasi

27 Februari 2026 - 10:08 WITA

Tutup Reses Kedua 2026 di Malimongan Tua, Fatma Wahyuddin Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Hingga Tuntas

22 Februari 2026 - 19:17 WITA

Di Parangtambung, Fatma Wahyuddin Dengarkan Harapan Warga dengan Hati

16 Februari 2026 - 21:58 WITA

Awali Reses 2026 di Pa’baeng-Baeng, Fatma Wahyuddin Tegaskan: Setiap Aspirasi adalah Amanah

16 Februari 2026 - 19:44 WITA

Sekda Makassar Terima Bupati Sarolangun, Tukar Strategi Dongkrak PAD dan Perkuat Disiplin ASN

11 Februari 2026 - 12:33 WITA

Trending di BERANDA