Menu

Mode Gelap
Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Respons Aduan Warga, Wali Kota Appi Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

BERANDA

Mahasiswa Psikologi UNM Dampingi Guru SDN Mamajang II Kelola Stres Lewat Psikoedukasi

badge-check


					Dokumentasi kegiatan psikoedukasi. (dok.ist) Perbesar

Dokumentasi kegiatan psikoedukasi. (dok.ist)

MAKASSAR.CAHAYASULSEL.COM — Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam Lembaga Layanan Psikologi (LLP) Psikomorfosa menggelar kegiatan psikoedukasi bertema “Mengajar dengan Hati, Mengelola Stres dengan Kasih” di SDN Mamajang II, Kota Makassar, Rabu (23/4/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh para guru SDN Mamajang II dan tim dari LLP Psikomorfosa. Tujuannya adalah memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam mengelola stres yang kerap dialami tenaga pendidik.

Psikoedukasi menghadirkan narasumber Muhammad Idham Tamsil, M.Psi., Psikolog, Associate Psychologist LLP Psikomorfosa yang juga berpengalaman sebagai fasilitator di bidang Psikologi Klinis. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai faktor yang dapat menjadi pemicu stres pada guru, seperti beban kerja yang padat, tekanan administratif, dan kesulitan menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Para peserta juga dikenalkan dengan Emotional Freedom Technique (EFT), yaitu metode pengelolaan stres melalui teknik stimulasi titik-titik meridian tubuh (tapping) yang dipadukan dengan afirmasi positif. Teknik ini langsung dipraktikkan oleh peserta dan mendapat respons positif, dengan sejumlah guru mengaku merasa lebih tenang dan rileks setelahnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan pula pengukuran awal tingkat stres menggunakan kuesioner standar. Hasilnya menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori stres sedang, sementara sebagian lainnya termasuk dalam kategori tinggi. Data ini akan menjadi acuan dalam perencanaan tindak lanjut dukungan psikologis di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program magang mahasiswa BKP (Bentuk Kegiatan Pembelajaran) Magang dari Fakultas Psikologi UNM, yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui layanan psikologi terapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kecamatan Tallo Luruskan Anggaran Kebersihan 2026, Tegaskan Bukan Rp12,6 Miliar

17 September 2026 - 14:05 WITA

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

16 September 2026 - 21:20 WITA

Wali Kota Appi Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

16 September 2026 - 18:31 WITA

DPD Perindo Makassar Hadiri Workshop Bedah Dapil dan TOT KTA, Perkuat Konsolidasi Menuju Verpol

15 September 2026 - 20:34 WITA

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Trending di BERANDA