Menu

Mode Gelap
Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa Fatma Wahyuddin: Langit Biru Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Gerakan Bersama DWP Makassar Semarakkan HUT RI ke-81, Kebersamaan dan Kekompakan Jadi Spirit Utama Gusmi Irwan Bangsawan Gaungkan Semangat Pengabdian di Semarak Kemerdekaan DWP Makassar Sekda Zulkifly Dorong Makassar Bike Race 2026 Dikemas Semarak Pesona Tari Paduppa AKRAB Bontomanai Warnai Perayaan HUT ke-6 Pandawa Pattingalloang Indonesia

BERANDA

Bupati Bantaeng Hadiri Dialog Perlindungan Perempuan dan Anak Bersama Menteri PPPA di Sulsel

badge-check


					Bupati Bantaeng Uji Nurdin menghadiri Dialog dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulawesi Selatan. (dok.ist) Perbesar

Bupati Bantaeng Uji Nurdin menghadiri Dialog dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulawesi Selatan. (dok.ist)

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Gunya Paramasukhaputri, menghadiri Dialog dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga Asta Cita, Jumat malam, 23 Mei 2025, dan dibuka langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel.

Dalam sambutannya, Menteri Arifah Fauzi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap banyaknya kasus yang terhenti di tengah jalan tanpa proses hukum yang tuntas.

“Ini adalah keprihatinan bersama. Kementerian PPPA tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh dukungan dari seluruh kepala daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem perlindungan yang kuat,” tegas Arifah.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun keluarga sebagai benteng pertama perlindungan, namun ironisnya, banyak kasus kekerasan terjadi justru di lingkungan rumah sendiri.

“Ketika relasi dalam keluarga tidak sehat, ketika cinta dan kasih sayang tidak tumbuh tulus antara orang tua dan anak, rumah bisa menjadi tempat yang menakutkan. Maka penting untuk memperkuat pola asuh yang sehat dan menjaga kesehatan mental keluarga,” tambahnya.

Bupati Bantaeng, yang akrab disapa Uji Nurdin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah-langkah yang dilakukan Kementerian PPPA. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga telah mengambil langkah konkret dalam memberikan perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak.

“Kami telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit untuk memberikan pendampingan dan bantuan hukum secara gratis bagi korban,” jelas Uji.

Ia menambahkan bahwa fondasi agama dan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang menjadi kunci utama dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta dan dididik dengan nilai-nilai agama, kelak akan menjadi pribadi yang bermartabat dan berdaya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harmony 93 Bawa Energi Nostalgia ke Attayang Sunset, Senja Losari Makin Istimewa

12 September 2026 - 19:25 WITA

Fatma Wahyuddin: Langit Biru Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Gerakan Bersama

30 Agustus 2026 - 21:46 WITA

DWP Makassar Semarakkan HUT RI ke-81, Kebersamaan dan Kekompakan Jadi Spirit Utama

26 Agustus 2026 - 18:25 WITA

Gusmi Irwan Bangsawan Gaungkan Semangat Pengabdian di Semarak Kemerdekaan DWP Makassar

26 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Pesona Tari Paduppa AKRAB Bontomanai Warnai Perayaan HUT ke-6 Pandawa Pattingalloang Indonesia

23 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Trending di BERANDA