Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi Munafri Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Bebas Rokok, Lindungi Generasi Muda dari Paparan Nikotin

BERANDA

Bupati Bantaeng Hadiri Dialog Perlindungan Perempuan dan Anak Bersama Menteri PPPA di Sulsel

badge-check


					Bupati Bantaeng Uji Nurdin menghadiri Dialog dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulawesi Selatan. (dok.ist) Perbesar

Bupati Bantaeng Uji Nurdin menghadiri Dialog dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulawesi Selatan. (dok.ist)

MAKASSAR, CAHAYASULSEL.COM – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Gunya Paramasukhaputri, menghadiri Dialog dan Rapat Sinkronisasi Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga Asta Cita, Jumat malam, 23 Mei 2025, dan dibuka langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel.

Dalam sambutannya, Menteri Arifah Fauzi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap banyaknya kasus yang terhenti di tengah jalan tanpa proses hukum yang tuntas.

“Ini adalah keprihatinan bersama. Kementerian PPPA tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh dukungan dari seluruh kepala daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem perlindungan yang kuat,” tegas Arifah.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun keluarga sebagai benteng pertama perlindungan, namun ironisnya, banyak kasus kekerasan terjadi justru di lingkungan rumah sendiri.

“Ketika relasi dalam keluarga tidak sehat, ketika cinta dan kasih sayang tidak tumbuh tulus antara orang tua dan anak, rumah bisa menjadi tempat yang menakutkan. Maka penting untuk memperkuat pola asuh yang sehat dan menjaga kesehatan mental keluarga,” tambahnya.

Bupati Bantaeng, yang akrab disapa Uji Nurdin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah-langkah yang dilakukan Kementerian PPPA. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga telah mengambil langkah konkret dalam memberikan perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak.

“Kami telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit untuk memberikan pendampingan dan bantuan hukum secara gratis bagi korban,” jelas Uji.

Ia menambahkan bahwa fondasi agama dan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang menjadi kunci utama dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta dan dididik dengan nilai-nilai agama, kelak akan menjadi pribadi yang bermartabat dan berdaya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wagub Sulsel Dorong Warga Luwu Timur Mandiri Kelola Sampah dan Pangan

9 Juni 2026 - 12:00 WITA

Sekda Makassar Tegaskan HCDP Jadi Kompas Strategis Penguatan Kompetensi ASN

9 Juni 2026 - 11:53 WITA

Pemkot Makassar Tegaskan Pembenahan TPA Antang Sesuai Aturan, Beralih ke Sistem Sanitary Landfill

8 Juni 2026 - 09:51 WITA

SPMB 2026 Makassar Dibuka Besok, Disdik Ingatkan Orang Tua Segera Buat Akun Pendaftaran

7 Juni 2026 - 20:42 WITA

PT ANTAM UBP Nikel Kolaka Hadir di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tegaskan Komitmen untuk Bumi

7 Juni 2026 - 18:32 WITA

Trending di BERANDA